Minggu, 08 November 2026

SANG INSPIRATIF KU

 

SANG INSPIRATIF-KU

 

 

 

 

 

Disusun Oleh

Dr. Dra. Sitti Hasnidar, M.Pd

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SMA NEGERI 8 BANDA ACEH

2021

 

 

 

 

SR, doktor muda yang berparas cantik dengan segudang ilmu pengetahuan, yang memiliki  kecerdasanan yang sangat luar biasa. Pertama sekali aku mengenalnya ketika sedang mengerjakan penulisan proposal disertasi, saat itu Ia baru saja kembali dari Malang tuk menyelesaikan program doktornya di sana, melalui teman kuliah S3 aku diperkenalkan dengan Nya. Orangnya sangat ramah dan hambel enak untuk diajak bicara dan tidak pelit ilmu, sehingga aku cepat akrab dengannya. Walaupun Ia jauh lebih muda dari ku, yang terpaut 10 tahun, tetapi Ia mau bersahabat denganku yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dirinya.

SR seorang perempuan yang tangguh, cerdas dan juga dermawan, ketika Ia tau ada temannya yang sakit atau meninggal dunia tanpa menunggu hari esok Ia terus mengunjunginya. Dia juga sangat  ramah dan suka menyapa banyak orang dengan lembut dan bersahabat. Sosoknya dengan mudah bisa berteman dengan siapa saja tanpa memandang status ekonomi ataupun status sosial. Ini juga yang membuat diriku sangat mengaguminya dalam pertemanan. Umur boleh muda tetapi kematangan dalam berfikir cukup arif dan bijaksana begitulah sosok perempuan inspiratifku “SR”.

Sikap rendah hati dan suka berbagi yang dimilikinya membuat kami akrab dalam persahabatan. Banyak hal yang bisa kupelajari darinya sehingga aku juga dapat berbagi pengalaman bagi orang lain yang membutuhkan. Suatu kebanggaan ketika kita bisa bermanfaat bagi orang lain dan dapat mempermudah urusan orang lain dalam hal menyelesaikan tugas sebagai seorang mahasiswa. Ketika ada teman yang membutuhkan bantuan dan dalam hal penyelesaian pendidikan kami bersama  selalu meluangkan waktu untuk memberikan arahan dan motivasi  sehingga tidak sedikit para kandidat doktor yang dapat menyelesaikan program doktornya dengan baik. Disinilah awal pertemuan aku dengannya semoga terus bisa bersama dalam memajukan pendidikan di Aceh khususnya.

SR dilahirkan di Banda Aceh pada tahun 1977 yang merupakan dosen muda, diusia 35 tahun sudah meraih gelar Doktor, yang merupakan alumni pondok pasantren Jeumala Kabupaten Pidie Jaya, seorang dosen di Fakultas Tarbiah UIN Ar Raniry tepatnya di prodi Manajemen Pendidikan Islam Banda Aceh. Mengapa aku merasa dia adalah sebagai “Sang Inspiratif-Ku” karena dari dia aku banyak sekali memperoleh pengalaman menulis dan berorganisasi serta bagaimana kesabarannya dalam menghadapi berbagai masalah dalam berkarir yang bisa kujadikan contoh. Dalam hidup tidak selamanya mulus ada saja rintangan yang kita hadapi pada saat kita akan meraih sebuah cita-cita yang sangat mulia. Tetapi semua itu harus kita lalui dengan sabar dan berserah diri pada Sang Pencipta yang telah menetukan nasib kita.  Dengan kesabaran yang dimiliki serta ketaqwaannya kepada Allah semua itu dapat dilalui dengan baik. Alhamdulillah semua itu membuat namanya semakin dikenal dan sukses dalam karirnya. Saya sebagai sahabat turut ambil andil dalam mendampinginya dengan membesarkan hatinya agar tidak menanggapi semua omongan orang untuknya, karena semakin tinggi sebuah pohon tiupan angina semakin kencang begitu juga senbaliknya ketika aku ditimpa musibah Ia juga menguatkan diriku untuk melaluinya dengan sabar, karena Allah bersama kita.  

Itulah arti dari sebuah persahabatan, kami saling menguat satu sama lainnya. Dengan menulis semua rasa duka dapat teratasi dan terlalui dengan bijaksana. Ketika kita bersdih jangan sendiri, berbagi dengan orang yang tepat  membuat kita jadi lebih kuat dalam menghadapinya. Karena pada waktu kita terpuruk, maka kekuatan yang diberikan oleh sahabat baik kita membuat dir lebih tegar  dan semangat dalam menyongsong hari esok yang lebih bermakna.

Hingga sekarang kami terus menjadi sahabat yang tidak memiliki batas walau usia kami jauh berbeda tetapi Ia tidak merasa rishi untuk bersahabat denganku dan aku juga merasa nyaman jika bersamnya. Kami sering menghabiskan waktu untuk duduk bersama saling berbagi cerita suka dan duka. Ia sangat sabar mendengarkan cerita dan keluh kesah dariku dan bahkan jika sudah beberapa waktu tidak dapat duduk bareng walau hanya menyeruput segelas teh tarik dingin kesukaanku di sebuah warkop yang ada di Kota Banda Aceh Ia pasti menelpon tuk menanyakan “kapan kita duduk ngopi”   dah lama ni “ngak bagi cerita”. Dan kami pasti meluangkan waktu untuk melakukannya, tidak terasa jika sudah bertemu dua sampe 4 jam kami duduk dan saling berbagi cerita.

Temanku ini merupakan ketua umum Perkumpulan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) se Indonesia periode 2021-2025 di Surabaya ini merupakan yang kali kedua Ia terpilih kembali sebagai ketua PPMPI, memang SR sangat luar biasa dengan kepribadian yang dimilikinya itu, sehingga Ia dipercayai oleh semua rekan-rekannya se-Indonesia. Orangnya pinter, berani dan hambel dalam pergaulan serta tidak pelit untuk berbagi pengalaman Ia juga disenangi oleh para mahasiswanya.

  

BIOGRAFI  PENULIS

Dr. Dra. Sitti Hasnidar, M.Pd, merupakan anak ke lima dari lima bersaudara yang merupakan anak bungsu dari pasangan H. Hasbi Alibasyah (alm) dan Hj. Rohani Yusuf (alm), dilahirkan di Kota Sabang, 24 November 1968 bertugas sebagai guru  kimia pada SMA Negeri 8 Banda Aceh,  dimulai dari pendidikan di SDN 5 Sabang (1981), SMPN 7 Banda Aceh (1984), SMA Adidarma Banda Aceh (1987), FKIP Pendidikan Kimia Universitas Syiah Kuala (1992), Magister Administrasi Pendidikan Unsyiah (2012), Program Doktoral UIN Ar Raniry (2019), prestasi yang pernah diraih Guru Terbaik IPA Program Sampoerna Fondation (2006), Guru Favorit SMA Negeri 8 Banda Aceh (2006), Guru Berprestasi Tingkat Provinsi Aceh (2012), Finalis Guru Berprestasi Tingkat Nasionaal (2012) dan Guru Berkarya dari Golkar Award (2013).    Pelatihan dan pendidikan di Luar Negeri: Recsam, Penang, Malaysia (2005) dan Jiangsu Normal University, China (2019). Banyak kegiatan lomba yang diikutinya baik di tingkat kota, provinsi bahkan Nasional, diantaranya lomba menulis karya ilmiah, Inobel, karbag, si.mposium, dan juga OGN. Keaktifannya dibidang tulis menulis membuatnya dapat meraih pangkat/ golongan ruang: Guru Utama/IVd.   

 

AKU DAN ANAKKU

 

KISAH AKU DAN ANAKKU

Tharisha merupakan putri kecil manisku yang kini berumur 13 tahun, ia sekarang meduduki kelas VII SMPIT Nurul Islah  Banda Aceh, merupakan sekolah vaforit di daerahku yang memiliki keunggulan di bidang Tafiz Qur’an. Aku memilih sekolah ini dengan harapan si gadis manisku dapat menjadi salah seorang penghafal al qur’an dengan harapan  nantinya ia memiliki ilmu agama sebagai pedoman hidupnya dalam mengarungi dunia ini. Tetapi sebenarnya di samping aku ingin ia dapat menjadi penghafal al qur’an, aku juga memiliki alasan yang lain, yaitu aku ingin ia bisa menuntut ilmu dengan tenang dan bersemangat lagi, karena ia merupakan seorang gadis manis yang memiliki semangat hidup yang tinggi dan memiliki sifat yang ceria.

Sewaktu di Madrasah Ibtidayyah ia sedikit mengalami gangguan dalam belajar, karena sejak duduk di kelas 2 Madarsah Ibtidayah ia mengalami sedikit gangguan kesehatan di kulitnya tangan dan kakinya, setiap ia mengkonsumsi makanan favoritnya (ayam goreng) pasti ia tidak dapat bersekolah selama seminggu, karena alergi membuat kulit jari-jari tangan dan kakinya  bermasalah. Ia pun sering merasa minder dengan teman-temannya. Hamper setiap pulang sekolah ia sedih dan mengadu jika ia di ejek oleh teman-temannya. Tetapi berkat motivasi yang selalu kuberikan, ia jadi semangat dan tidak menghiraukan apa yang dikatai teman-temannya. Tahun berganti tahun tamatlah ia di madrasah ibtidayyah itu dan melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi.

Semenjak duduk di kelas VII Tharisha memiliki tekat yaitu  “Aku Harus Berubah”, ia pun mengubah panggilan dirinya dari “Maisya” menjadi “Tharisha”, karena ia merasa dengan merubah nama panggilannya akan timbul semangat baru dan melupakan kisah sedihnya semasa di bangku Madrasah Ibtidayyah nya itu.  Mendengar perkataannya itu aku pun memberi semangat dan menyetujuinya. Karena dengan motivasi yang kuberikan ia semakin berjiwa besar dan bertambah semangat.

Pada saat kegiatan pengenalan sekolah di SMPIT ia mulai dengan semangat baru dan tempil beda dengan keberanian dalam segala kegiatan, yaitu ia selalu ingin tampil dan memperlihatkan kebolehannya dalam semua kegiatan di sekolahnya. Setiap hari ada saja cerita yang di sampaikan kepada ku, aku merasa bangga dengannya dan aku tidak salah pilih sekolah, karena semua teman-temannya semua dapat menerima ia dengan baik, dengan semua kekurangan kesehatan pada kulitnya, sebab alerginya masih saja menggangu. Tetapi Tharisha sudah tidak memperdulikannya. Teman-temannya juga sering mengatakan bukan kamu aja Tharisha seperti itu, kami juga alergi dan memiliki sakit kata teman-temannya, ia pun jadi tambah semangat, itu yang ia sampaikan kepada ku sewaktu pulang dari sekolah.  

Tharisha merupakan seorang gadis yang sangat lembut dan pengertian jika ada kegiatan di sekolahnya dia tidak egois, selalu memberi masukan kepada teman-temannya, Ketika mereka harus berbagi peran Tharisha selalu berkata kepada teman-temannya, siapa yang mau menjadi ini atau itu, jika tidak ada yang mau baru ia bersedia untuk mengambil peran tersebut, karena ia tidak mau jika teman-temannya nanti berfikir kalau ia semua mau menjadi nomor satu. 

    Kegiatan pertama yang ia ikuti di SMPIT adalah kegiatan ROOTS (Anti Buyying), yang merupakan kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) Bersama anggota OSIS sekolahnya. Pada saat itu ia berperan sebagai agen perubahan dan dengan keberaniannya ia menyanggupi berperan sebagai ketua kelompok dan yang membuat yel yel serta mengikuti drama buying. Ia merasa bangga dengan hal itu semua, karena pada saat di bangku Madrasah Ibtidayyah ia tidak pernah diajak atau dilibatkan dalam kegiatan apapun, semua itu disampaikan kepada ku dan akupun memberi semangat motivasi untuk nya agar terus berbuat yang baik dan tidak sombong. Ia selalu bercerita adek (panggilan dirinya di rumah) ingin seperti Ummi yang selalu aktif dalam semua kegiatan dan adek bangga pada ummi suatu saat adek harus bisa seperti ummi. Lalu aku pun bertanya emangnya ummi gimana menurut pandangan adek? Ia ummi selalu tampil dimana saja, dan ummi banyak sekali kepandaiannya (aku pun tersenyum) ummi biasa aja kok kata ku. Ia pun menambahnya mana ada biasa aja, ummi selalu adek perhatikan bisa memberikan materi kepada guru-guru dan orang lain dengan mantap dan bahasa yang ummi berikan di kelas yang satu dengan kelas yang lain pasti beda. Rupanya ia sering memperhatikan dan menyimak sewaktu aku mengajaknya ketika aku menjadi narasumber di beberapa kegiatan, padahal aku melihat dia tidak memperhatikan asyik dengan androidnya, ternyata ia menyimak semua apa yang kusampaikan pada saat itu. Sewaktu-waktu ketika aku menjadi pemateri dalam suatu kegiatan kadang aku mengajaknya agar ia bisa melihat bahwa umminya pergi bukan untuk main-main, tetapi melakukan tugas yang sangat mulia, berbagi pengalaman kepada sesama.

Dari itulah si gadis manisku mengetahui tentang pekerjaan umminya, ternyata ia menyimpan di dalam memorinya apa yang kulakukan dan menjadi kebanggaan dalam dirinya. Alhamdulillah Tharisha memang anak yang luar biasa karena ia sangat dewasa dalam berfikir dan bertindak. Ketika ada hal yang menurutnya tidak baik ia pun langsung menegur ku untuk tidak bersikap demikian, sungguh luar biasa anak berumur 13 tahun sudah pandai menilai mana yang baik dan tidak baik, bahkan sifat itu sudah dimilikinya sejak duduk di kelas 3 madrasah ibtidayyah, proses pembelajaran di sekolahnya sangat membekas di hati dan perilakunya sehari-hari, di rumah kami menjulukinya si penasehat ummi.

Sebagai seorang ibu aku sering bertukar pikiran dengannya, misal tentang keinginan aku membeli sesuatu perabot rumah kami, Ketika ia tidak suka akupun jadi mengurungkan niat untuk membelinya, atau ketika ia tidak seide dengan ku tentang warna atau corak yang kupilih maka akupun tidak jadi membelinya. Karena aku merasa dukungan yang diberikannya menjadi suatu kekuatan dalam mengambil keputusan. Begitu juga dengan Suami ku, jika kutanyakan sesuatu mengenai apa yang harus ku putuskan pun menyuruhku untuk bertanya pada Tharisha anak kami, jadi memang ia merupakan penasehat dalam rumah tangga kami. Selama ini memang apa yang disarankan olehnya memang masuk akal dan memiliki nilai yang sangat luar biasa, sehingga kami selalu melibatkannya dalam mengambil sebuah keputusan.

Ia merupakan anak yang sangat sederhana dalam sehari-hari, ia tidak suka berlebihan dalam segala hal, itu juga yang membuat kami suka berdiskusi dengannya. Tharisha sebenaarnya bukan anakku yang pertama tetapi sebelumnya aku sudah pernah ada anak sebelum Tharisha, tetapi mereka semua sudah tiada pada saat terjadi gempa dan gelombang tsunami pada tanggal 24 Desember 2004. Ketika itu aku memiliki tiga orang anak dengan suamiku yang pertama,  yaitu Muhammad Iqbal (8 tahun), Ghina nabilah (6 tahun) dan Muthi Sidqi (3 bulan). Setelah dua tahun kejadian itu aku berumah tangga lagi dengan ayahnya Tharisha, setahun setengah pernikahan kami lahirlah Tharisha di usiaku empat puluh tahun.

Tharisha juga memiliki saudara seayah dengannya dua orang, yang usianya jauh di atas Tharisha, ibu mereka juga hilang pada saat tsunami Aceh. Di usiaku yang tidak muda lagi memang memiliki anak gadis yang manis ini menjadi segalanya bagiku, karena tanpa dirinya terasa hidup ini hampa, dengan adanya Tharisha aku jadi semangat dalam melakukan apa saja. Kehadirannya disisi ku bagaikan motivasi dan pemicu semangat yang berkobar-kobar dalam meraih cita-citaku. Semoga Allah selalu melindungi kami. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.   

 

BIOGRAFI  PENULIS

Dr. Dra. Sitti Hasnidar, M.Pd, merupakan anak ke lima dari lima bersaudara yang merupakan anak bungsu dari pasangan H. Hasbi Alibasyah (alm) dan Hj. Rohani Yusuf (alm), dilahirkan di Kota Sabang, 24 November 1968 bertugas sebagai guru  kimia pada SMA Negeri 8 Banda Aceh,  dimulai dari pendidikan di SDN 5 Sabang (1981), SMPN 7 Banda Aceh (1984), SMA Adidarma Banda Aceh (1987), FKIP Pendidikan Kimia Universitas Syiah Kuala (1992), Magister Administrasi Pendidikan Unsyiah (2012), Program Doktoral UIN Ar Raniry (2019), prestasi yang pernah diraih Guru Terbaik IPA Program Sampoerna Fondation (2006), Guru Favorit SMA Negeri 8 Banda Aceh (2006), Guru Berprestasi Tingkat Provinsi Aceh (2012), Finalis Guru Berprestasi Tingkat Nasionaal (2012) dan Guru Berkarya dari Golkar Award (2013).    Pelatihan dan pendidikan di Luar Negeri: Recsam, Penang, Malaysia (2005) dan Jiangsu Normal University, China (2019). Banyak kegiatan lomba yang diikutinya baik di tingkat kota, provinsi bahkan Nasional, diantaranya lomba menulis karya ilmiah, Inobel, karbag, si.mposium, dan juga OGN. Keaktifannya dibidang tulis menulis membuatnya dapat meraih pangkat/ golongan ruang: Guru Utama/IVd.  

 

 

PUISI SUMPAH PEMUDA

 

JANJI YANG TAK PERNAH USAI, PERJUANGAN YANG TAK BOLEH BERHENTI

Karya: SITTI HASNIDAR

 

Dahulu, di bawah langit perjuangan,

Di antara derita dan belenggu penjajahan,

Berkumpullah putra-putri dari berbagai daerah,

Menyatukan tekad, menguatkan arah.

 

Mereka datang dengan bahasa yang berbeda,

Dengan adat, budaya, dan warna yang beraneka,

Namun di dalam dada yang menyala,

Hidup satu cita-cita: Indonesia merdeka!

 

Wahai pemuda, dengarlah gema sejarah,

Pada dua puluh delapan Oktober yang penuh berkah,

Tahun seribu sembilan ratus dua puluh delapan,

Lahir sebuah ikrar yang tak lekang oleh zaman.

 

Satu tanah air, Indonesia! Satu bangsa, Indonesia!

Satu bahasa persatuan,

Bahasa Indonesia! Bukan sekadar kata yang diucapkan,

Melainkan janji yang diikat dengan pengorbanan.

 

Mereka tak bertanya siapa asalmu,

Tak mengukur perjuangan dari warna kulitmu,

Tak menjadikan perbedaan sebagai alasan perpecahan,

Sebab persatuan adalah kekuatan sebuah bangsa dan harapan masa depan.

 

Kini, wahai generasi penerus,

Zaman telah berubah, tantangan semakin serius,

Tak lagi kita berperang dengan senjata penjajah,

Namun ada perjuangan lain yang menanti untuk ditaklukkan dengan gagah.

 

Di layar gawai, jari-jemari menari,

Informasi datang silih berganti,

Namun mampukah kita menjaga nurani,

Ketika kebencian mudah tersebar dan kebenaran sering tersembunyi?

 

Wahai pemuda Indonesia,

Jangan biarkan persaudaraan kalah oleh perbedaan,

Jangan biarkan hoaks meruntuhkan kepercayaan,

Jangan biarkan ejekan menggantikan penghormatan,

Dan jangan biarkan kepentingan diri membutakan pengabdian.

 

Jadilah pemuda yang cerdas dalam berpikir,

Bijaksana dalam bertindak, teguh dalam prinsip,

Bukan hanya lantang menyuarakan perubahan,

Tetapi berani mewujudkannya dalam tindakan.

 

Sebab cinta tanah air bukan sekadar mengibarkan bendera,

Bukan hanya menyanyikan lagu dengan air mata,

Cinta tanah air adalah bekerja dengan jujur,

Menuntut ilmu dengan tekun,

Menghormati sesama dengan tulus,

Dan menjaga negeri dengan hati yang luhur.

 

Wahai generasi muda dari Sabang sampai Merauke,

Dari Miangas hingga Pulau Rote,

Jangan biarkan semangat persatuan memudar,

Jangan biarkan cita-cita bangsa terbakar oleh amarah.

 

Kita boleh berbeda dalam bahasa,

Berbeda keyakinan, budaya, dan cara,

Namun ketika Indonesia memanggil kita,

Berdirilah bersama, bergandengan tangan,

menjaga Ibu Pertiwi tercinta.

 

Jadilah pelita di tengah kegelapan,

Jadilah jembatan di antara perbedaan,

Jadilah jawaban atas kegelisahan zaman,

Dan jadilah harapan bagi masa depan.

 

Ingatlah, pemuda bukan sekadar usia,

Bukan pula gelar atau kata-kata,

Pemuda adalah jiwa yang tak berhenti berkarya,

Hati yang peduli, dan keberanian menjaga cita-cita.

 

Hari ini kita bukan hanya mengenang sejarah,

Kita memikul amanah yang diwariskan dengan susah payah,

Sumpah itu bukan milik masa lalu semata,

Ia hidup dalam setiap langkah kita membangun Indonesia.

 

Maka, dengan semangat yang membara,

Dengan tekad yang teguh di dalam dada,

Mari kita perbarui janji kepada Ibu Pertiwi:

Berbeda, tetapi tetap satu.

Berkompetisi, tetapi tidak saling menjatuhkan.

Berkarya, tanpa melupakan persaudaraan.

Maju bersama, demi Indonesia yang berkeadilan.

 

Wahai pemuda, bangkitlah!

Bukan esok, bukan nanti, tetapi mulai hari ini!

Jadikan ilmu sebagai senjata,

Kejujuran sebagai mahkota,

Persatuan sebagai kekuatan,

Dan pengabdian sebagai jalan perjuangan

 

Sebab Indonesia bukan hanya warisan yang kita terima

Melainkan masa depan yang wajib kita jaga

Selama pemuda masih memiliki mimpi

Selama hati masih mencintai negeri

Selama persatuan tetap hidup di dalam sanubari

 

Sumpah Pemuda akan terus bergema

Hari ini, esok, dan sepanjang masa!

Satu tanah air!

Satu bangsa!

Satu Bahasa persatuan!

 

INDONESIA!

Kita mungkin berbeda Langkah, tapi satu tujuan

Kita mungkin berbeda suara, tetapi satu perjuangan

Dari pemuda untuk Indonesia, Dari persatuan untuk kemajuan

Dari Sumpah Pemuda menuju masa depan

Mari kita jaga Indonesia, dengan karya, cinta, dan pengabdian!

 

Banda Aceh, 28 Oktober 2026

JANGAN PADAM, WAHAI PEMUDA INDONESIA!

Karya: SITTI HASNIDAR

 

Untuk jiwa-jiwa muda yang sedang berjuang,

yang lelah melihat keadaan negeri,

yang hampir menyerah pada kerasnya kehidupan,

tetapi masih menyimpan secercah harapan di dalam dada.

 

Wahai pemuda Indonesia…

 

Pernahkah engkau bertanya kepada dirimu sendiri,

Mengapa negeri yang begitu kaya ini

Masih menyisakan air mata di wajah rakyatnya?

Mengapa di tanah yang subur ini,

 

Masih ada anak-anak yang tidur dengan perut lapar,

Masih ada orang tua yang menahan sakit tanpa pengobatan,

Dan masih ada pemuda yang kehilangan arah

Karena masa depan terasa begitu mahal untuk diperjuangkan?

 

Pernahkah engkau menangis dalam diam,

Melihat kenyataan yang tak seindah harapan?

Melihat mereka yang bekerja keras tetapi hidupnya masih penuh kecemasan,

Melihat kejujuran terkadang kalah oleh kepentingan,

 

Dan melihat suara-suara kebenaran

Tenggelam di antara hiruk-pikuk kekuasaan?

 

Jika pernah…

Maka menangislah sejenak, wahai saudaraku.

Sebab engkau masih memiliki hati.

Namun setelah air matamu jatuh,

Jangan biarkan dirimu ikut runtuh!

 

Sebab negeri ini tidak membutuhkan pemuda yang menyerah,

Melainkan pemuda yang tetap berdiri

Ketika keadaan memaksanya untuk rebah.

 

Wahai pemuda…

Ingatkah engkau pada tanggal dua puluh delapan Oktober 1928?

 

Ketika negeri ini belum merdeka,

Ketika penjajahan masih mencengkeram tubuh bangsa,

Ketika perbedaan suku, bahasa, dan daerah

Bisa saja memisahkan mereka menjadi bangsa-bangsa yang berbeda arah.

 

Namun para pemuda kala itu

Tidak menunggu negeri menjadi baik untuk mencintainya.

Mereka tidak menunggu kehidupan menjadi mudah untuk berjuang.

Mereka tidak menunggu penjajah mengasihani mereka

Untuk berani mengucapkan sebuah janji yang mengguncang zaman.

 

Mereka bersumpah!

Satu tanah air!

Satu bangsa!

Satu bahasa persatuan!

 

Mereka mungkin tidak sempat menikmati

Kemerdekaan yang hari ini kita hirup,

Tetapi mereka rela mengorbankan masa muda

Agar anak cucunya tidak lagi hidup dalam belenggu.

 

Lalu, wahai generasi hari ini,

Apa yang akan kita persembahkan untuk negeri?

 

Apakah kita akan membiarkan semangat itu mati

Hanya karena kenyataan tak sesuai dengan mimpi?

Apakah kita akan memadamkan cita-cita

Hanya karena jalan kehidupan penuh luka?

 

Apakah kita akan berhenti melangkah

Karena negeri ini sedang tidak baik-baik saja?

Jangan, wahai pemuda… Jangan!

 

Jika hari ini keadaan terasa menyakitkan,

Jangan jadikan kekecewaan sebagai alasan untuk kehilangan masa depan.

Jika hari ini keadilan terasa jauh dari jangkauan,

Jangan biarkan dirimu kehilangan keberanian untuk memperjuangkannya.

 

Jika hari ini harapan terasa semakin tipis,

Jangan biarkan hatimu berubah menjadi pesimis.

 

Sebab ketika keadaan sedang gelap,

Dunia justru membutuhkan lebih banyak cahaya.

Ketika kejujuran semakin diuji,

 

Bangsa ini membutuhkan lebih banyak manusia berintegritas.

Dan ketika banyak orang memilih berpaling,

Indonesia membutuhkan pemuda yang masih bersedia peduli.

 

Wahai pemuda yang sedang berjuang dalam kesunyian…

Untuk engkau yang berkali-kali gagal melamar pekerjaan,

Untuk engkau yang kuliah dengan segala keterbatasan,

Untuk engkau yang membantu orang tua

 

Sambil menyembunyikan lelah di balik senyuman,

Untuk engkau yang memiliki mimpi setinggi langit

Tetapi setiap hari harus berhadapan dengan kenyataan yang pahit…

 

Dengarkanlah!

 

Engkau tidak gagal hanya karena belum berhasil.

Engkau tidak hina hanya karena belum memiliki.

Engkau tidak kalah hanya karena perjalananmu lebih lambat.

Dan engkau tidak boleh berhenti

Hanya karena dunia belum memberimu tempat.

 

Jangan malu menjadi anak dari keluarga sederhana.

Jangan rendah diri karena pakaianmu tak semewah mereka.

Jangan merasa tak berharga karena namamu belum dikenal dunia.

Sebab kemuliaan manusia bukan ditentukan oleh harta,

Melainkan oleh hati, usaha, dan keberanian jaga nilai-nilai kebenaran

 

Bangkitlah perlahan jika engkau terlalu lelah.

Istirahatlah sejenak jika langkahmu terasa berat.

Menangislah jika dadamu tak sanggup menahan beban.

Tetapi setelah itu, kumpulkan kembali kekuatan.

 

Karena istirahat bukanlah kekalahan,

Air mata bukanlah kelemahan,

Dan meminta pertolongan bukanlah kehinaan.

 

Yang jangan sampai terjadi adalah

Engkau menyerahkan seluruh masa depanmu

Kepada keputusasaan hari ini.

Wahai pemuda Indonesia…

 

Negeri ini mungkin belum menjadi tempat

Yang sepenuhnya mampu membahagiakan semua orang.

 Masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan,

Masih ada ketimpangan yang harus diperjuangkan,

Masih ada kepercayaan yang harus dipulihkan,

Dan masih banyak harapan rakyat yang menunggu jawaban.

 

Tetapi jangan sampai kekecewaan kepada keadaan

Berubah menjadi kebencian kepada sesama anak bangsa.

Jangan sampai kritik kehilangan kebijaksanaan.

Jangan sampai perjuangan kehilangan kemanusiaan.

Dan jangan sampai kemarahan

Membuat kita melupakan persaudaraan.

 

Kita boleh kecewa,

Tetapi jangan berhenti berpikir.

Kita boleh marah melihat ketidakadilan,

Tetapi jangan berhenti bertindak dengan benar.

Kita boleh mempertanyakan keadaan,

Tetapi jangan pernah berhenti menjadi bagian dari perubahan.

 

Sebab mencintai Indonesia

Bukan berarti menutup mata terhadap kekurangannya.

Mencintai Indonesia berarti berani melihat lukanya,

Berani menyuarakan kebenaran,

Berani memperbaiki kesalahan,

Dan berani menjaga harapan ketika segalanya terasa mengecewakan.

 

Wahai pemuda…

Jangan hanya menjadi penonton sejarah.

Jangan hanya menjadi suara di media sosial.

Jangan hanya pandai menyalahkan keadaan,

Tetapi takut mengambil bagian dalam perubahan.

 

Belajarlah, meski hidup tak memberimu banyak kemudahan.

Berkaryalah, meski belum ada yang memberikan penghargaan.

Bersuaralah, meski suaramu belum didengar banyak orang.

Berbuat baiklah, meski kebaikanmu tidak selalu dibalas.

Dan tetaplah jujur,

Meski kejujuran terkadang terasa begitu mahal.

 

Sebab bangsa yang besar

Tidak dibangun hanya oleh mereka yang duduk di singgasana,

Tetapi juga oleh mereka yang bekerja dalam kesunyian;

 

Oleh guru yang menghidupkan mimpi,

Oleh petani yang menjaga kehidupan,

Oleh tenaga kesehatan yang merawat kemanusiaan,

Oleh pekerja yang menghidupi keluarga,

Dan oleh pemuda yang memilih untuk tidak menyerah.

 

Jangan padam, wahai pemuda Indonesia!

Jangan biarkan zaman mencuri keberanianmu!

Jangan biarkan keadaan membunuh cita-citamu!

Jangan biarkan kekecewaan merampas masa depanmu!

 

Jika jalan di hadapanmu masih gelap,

Jadilah cahaya bagi langkahmu sendiri.

Jika jembatan menuju cita-citamu belum tersedia,

Mulailah membangunnya dengan ilmu dan keberanian.

 

Jika hari ini engkau belum mampu mengubah negeri,

Ubahlah dahulu dirimu menjadi manusia yang lebih baik,

Lalu ajak orang-orang di sekitarmu

Untuk menyalakan perubahan sedikit demi sedikit.

 

Karena api yang besar

Tidak selalu bermula dari kobaran yang membahana.

Terkadang ia lahir dari satu percikan kecil

Yang menolak mati diterpa angin.

 

Dan mungkin…

Engkaulah percikan itu.

Engkaulah guru yang kelak mencerdaskan bangsa.

Engkaulah pemimpin yang kelak menjaga amanah.

 

Engkaulah ilmuwan yang kelak menemukan jawaban.

Engkaulah pengusaha yang kelak membuka lapangan pekerjaan.

Engkaulah pejuang kemanusiaan

Yang kelak mengembalikan harapan kepada mereka yang kehilangan.

 

Jangan remehkan dirimu sendiri.

Sebab kita tidak pernah tahu

Betapa besar manfaat yang dapat lahir

Dari seseorang yang memilih untuk tetap berjuang.

 

Hari ini, ketika kita memperingati Sumpah Pemuda,

Jangan biarkan ia hanya menjadi upacara,

Hanya menjadi tulisan di spanduk,

Atau sekadar seremonial yang selesai ketika bendera diturunkan.

 

Biarkan sumpah itu hidup dalam tindakan kita.

Biarkan persatuan tumbuh dalam sikap kita.

Biarkan keberanian menyala dalam pilihan kita.

Dan biarkan cinta kepada Indonesia

Menjadi alasan untuk terus bekerja,

Bukan alasan untuk menutup mata terhadap kenyataan.

 

Wahai pemuda Indonesia,

Jika suatu hari anak cucu kita bertanya,

“Apa yang kalian lakukan ketika negeri sedang menghadapi kesulitan?

Apa yang kalian perjuangkan ketika harapan terasa jauh?

 Apa yang kalian wariskan ketika zaman menguji keberanian?”

 

Semoga kita dapat menjawab dengan kepala tegak:

 

“Kami tidak menyerah!

Kami tidak membiarkan perbedaan menghancurkan persaudaraan!

Kami tidak membiarkan keputusasaan merampas masa depan!

Kami belajar, kami bekerja, kami bersuara,

Kami saling menguatkan,

 

Dan kami terus memperjuangkan Indonesia

Dengan ilmu, kejujuran, keberanian, dan cinta!”

Sebab Indonesia bukan hanya milik mereka yang berkuasa.

Indonesia bukan hanya milik mereka yang kaya.

Indonesia bukan hanya milik mereka yang namanya terpampang di mana-mana.

 

Indonesia adalah milik kita semua

Termasuk engkau,

pemuda yang hari ini sedang berjuang

Dalam diam, dalam keterbatasan, dan dalam air mata.

 

Maka berdirilah!

Bukan karena negeri ini telah sempurna,

Melainkan karena masih banyak yang harus kita perbaiki.

Berjuanglah!

 

Bukan karena hidup selalu memberikan kemudahan,

Melainkan karena cita-cita yang mulia layak diperjuangkan.

 

Dan berharaplah!

Bukan karena semua keadaan pasti segera berubah,

Melainkan karena tanpa harapan,

Kita akan kehilangan alasan untuk melangkah.

 

Selama napas masih berembus,

Selama akal masih mampu berpikir,

Selama hati masih mampu merasakan penderitaan sesama,

Selama tangan masih mampu bekerja,

Dan selama kaki masih mampu melangkah…

 

JANGAN PADAM, WAHAI PEMUDA INDONESIA!

Biarlah tubuhmu lelah,

Tetapi jangan biarkan cita-citamu menyerah.

Biarlah langkahmu lambat,

Tetapi jangan biarkan arah hidupmu tersesat.

Biarlah keadaan menguji,

Tetapi jangan biarkan nilai-nilai kebenaranmu mati.

 

Sebab perjuangan belum selesai.

Sebab masa depan belum ditentukan.

Sebab harapan belum kehilangan tempatnya.

Dan sebab…

 

INDONESIA MASIH MEMBUTUHKANMU!

Bangkitlah dengan ilmu.

Bergeraklah dengan nurani.

Bersatulah dalam keberagaman.

Berjuanglah dengan keberanian.

 

Dari luka, tumbuhkan kekuatan.

Dari kecewa, lahirkan perbaikan.

Dari keterbatasan, bangunlah kemampuan.

Dari Sumpah Pemuda, kobarkan kembali persatuan!

 

Selamat Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober.

 

Semoga kita bukan generasi yang hanya mewarisi kemerdekaan,

melainkan generasi yang berani menjaga kehormatan,

memperjuangkan keadilan,

dan menyalakan harapan bagi Indonesia.

 

MERDEKA!

 

Banda Aceh, 28 Oktober 2026

Masakan Aceh

 

Dr. Sitti Hasnidar, M.Pd., dkk

 

 

MASAKAN ACEH

(Penajoeh Aceh)

 

 

Antologi Resep Masakan

 

 

 

 

 

 

  

KATA PENGANTAR

 

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah Swt yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya, maka buku yang berjudul “Resep Masakan Kuliner Aceh dan Indonesia” ini dapat tersusun. Buku ini merupakan kumpulan resep masakan kuliner baik asli Aceh maupun yang berasal dari Indonesia yang diperlukan oleh siswa ataupun seluruh masyarakat umum yang ingin membuka usaha kuliner baik yang kecil-kecilan berupa rumah makan dan kafe maupun yang besar-besaran seperti restoran dan usaha katering, yang tentunya masakan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas untuk memenuhi kebutuhan asupan makanan yang bergizi dalam kehidupan sehari-harinya.

           Harapan pemulis, semoga buku ini dapat membantu dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para ibu-ibu khusunya masyarakat umum dalam bidang masakan kuliner, sehingga  dapat membuat masakan bercita rasa tinggi sebagai bekal untuk membuka usaha kuliner sendiri dan sekaligus dapat menciptakan lapangan kerja bagi orang lain. Begitu juga bagi masyarakat umum yang putus sekolah, dengan mempelajari resep-resep masakan kuliner dari buku ini diharapkan juga dapat menciptakan lapangan kerja bagi dirinya sendiri dan orang lain. Dengan demikian mereka tidak menjadi beban bagi keluarga dan negara atau yang dikenal dengan istilah penganguran.

              Penulis menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna, untuk itu saran dan kritik yang bersifat membangun dari semua pihak demi kesempurnaan buku ini sangat penulis harapkan. Akhirul kata sedikit sumbangsih penulis dalam buku ini mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi semua pembaca yang budiman.

 

 

Ketua DWP Cabang Dinas Pendidikan

Wilayah Kota Banda Aceh dan Kabupaten 

Aceh Besar,

 

 Nita Rachman, A. Md. Keb.

 

 

 






















PRAKATA

 

Memasak adalah kegiatan yang sangat menyenangkan dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Tidak hanya kalangan ibu rumah tangga, namun juga oleh kaum pria dan remaja. Namun, untuk bisa memasak dengan baik dan menghasilkan masakan yang enak, kita perlu memiliki resep-resep masakan yang teruji dan terpercaya.

Bicara soal resep masakan, tentu tidak lepas dari buku resep masakan. Buku resep masakan adalah sumber referensi yang sangat penting untuk para pecinta masakan. Di dalam buku resep masakan, terdapat berbagai macam jenis masakan mulai dari masakan tradisional hingga masakan modern yang bisa kita coba buat sendiri di rumah.

Keuntungan Menggunakan Buku Resep Masakan

Menggunakan buku resep masakan memiliki banyak keuntungan. Selain sebagai sumber referensi untuk memasak, buku resep masakan juga bisa membantu kita untuk :

  • Menambah pengetahuan tentang jenis-jenis masakan
  • Meningkatkan kreativitas dalam mengolah masakan
  • Memperluas jaringan pertemanan dengan para pecinta masakan
  • Meningkatkan kualitas masakan yang kita buat

Tentu saja, hal-hal tersebut akan sangat bermanfaat bagi kita yang suka memasak. Dengan menggunakan buku resep masakan, kita bisa mengasah kemampuan memasak kita dan menambah variasi menu masakan yang bisa kita hidangkan untuk keluarga maupun tamu. Buku Masakan Aceh (Penajoeh Aceh) ini mengkhususkan jenis masakan yang ada di Provinsi Aceh yang terdiri dari 18 Kabupaten dan 5 Kota yang memiliki cita rasa dan beragam jenis  masakan dengan ciri khas masing-masing daerah sesuai dengan adat dan istiadat.   

 

 

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh    Wilayah Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar

 

   

                                                               Syarwan Joni, S.Pd., M.Pd

 
















 

DAFTAR ISI

Kata Pengantar         ………………………………………………………………..

Prakata                      ………………………………………………………………..

Daftar Isi                   ………………………………………………………………..

 

RESEP PENAJOEH  ACEH

A. Resep – Resep Berbahan Daging dan Ikan.……………………………………

1.   Sitti Hasnidar        :           Sie Reboeh Aceh Rayek………………………………           

2.   Nurrizayani           :           Sie Teu'om……………………………….…….………           

3.   Deliana                 :           Sie Itek Masak  Puteh …………………………………           

4.   Yusnidar                :           Manok Pelemak Khas Aceh Rayek……………………

5.   Nulela                   :           Gulai Manok Khas Aceh………………………………

6.   Supriani                :           Manok Boeh Jantoeng…………………………………

7.   Sitti Hasnidar        :           Sie Itek Masak Aceh……………………………………

8.   Supriani                :           Gulai Thi Boeh Panah…………………………………

9.   Supriani                :           Thi Theom (Daging Berbumbu)………………………

9.   Nita Rahman         :           Engkot Kareung  Paweuh Boeh Jantoeng……………..

10. Nurlela                  :           Engkot Suree Tepelemak………………………………

11. Sitti Hasnidar        :           Engkot Suree Tumeh Aceh…………………………….

12. Nurjanah               :           Engkot Paya Khas Aceh……………………………….

13. Yenni                     :           Engkot Bandeng Asam Keung…………………………

14. Erlawana               :           Engkot Tumeh Aceh……………………………………

15. Sufriani                 :           Sop Batok Engkot Tenggiri Tofu……………………….

15. Sufriani                 :           Akado Engkot Tongkol Telur Puyuh ……………………..

16. Sufriani                 :           Rolade Engkot Tuna Kuah Pecal………………………….

17. Sufriani                 :           Churos Ikan Crispy…………………………………….

18. Sufriani                 :           Katsu Engkot Rambe Lada Hitam………………………..

18. Sufriani                 :           Engkot Kakap Asam Manis……………………………

19. Sufriani                 :           Engkot Kentucky………………………………………..

20. Sitti Hasnidar        :           Engkot Suree Panggang Tepelemah Boeh Gantang…………..

21. Sufriani                 :           Sayur  Asam  Ubi  Engkot  Nila

22. Nurlela                  :           Engkot Kemamah Khas Aceh………………………….

23. Sufriani                 :           Kemamah Sutra……………………………………….

24. Henni                    :           Depik Pengat Gayo…………………………………….

25. Syarfati                 :           Engkot Masen Payeh Ue……………………………………          

26. Sitti Hasnidar        :           Tirom Tumeh Aceh………………………………………….

27. Sitti Hasnidar        :           Kareng Tumeh Sunti...........................………………………

28. Sitti Hasnidar        :           Tumeh Sunti Tri Medan ……………………………………

29. Sitti Hasnidar        :           Udeng Sabe Tumeh Sunti…………………………………...

29. Nuriati                  :           Asam Udeung Boeh Limeng Lemiek……………………….

30. Nurlela                  :           Udeng Tumeh Aceh................................................................ 

31. Nurlela                  :           Cah Udeng Sabe…………………………………………….

32. Sitti Hasnidar        :           Udeng Asam Keeng…………………………………………

33. Sitti Hasnidar        :           Abon Engkot Suree…………………………………………

34. Sufriani                 :           Udeng Saos…………………………………………………

35. Nuriati                  :           Sate Kreeng…………………………………………………

36. Sitti Hasnidar        :           Boeh Manok Tepelemak……………………………………

37. Erlawana               :           Boeh Itek Tepelemak…………………….…………………

 

B.  Resep – Resep Berbahan Sayuran …………………………………………………

38. Syarfati                 :           Sambai Gunung Reuloh……………………………….….     

39. Nizariah                :           Buelacan Pidie……………………………………………

40. Sarmawati             :           Belacan Ue Khas Bireun…………………………………

41. Eka                        :           Inambai Sawi Laot (Isala)……………………………….           

42. Ulfa                       :           Phep Oen Muling …………………………………….….           

43. Sitti Hasnidar        :           Kuah Pliek Ue Chue………………………………………

44. Sitti Hasnidar        :           Sambai (Urap Aceh)………………………………………

45. Sufriani                 :           Kuah Dalica…………………………….…………………

46. Yossi Novianati    :           Pegasan Durian…………………………………………….

47. Sitti Hasnidar        :           Anyang Bungoeng Petek……………………….…………

48. Sitti Hasnidar        :           Anyang Oen Paku…………..………………………..…

49. Novarina               :           Pisang Mas Muda…………………………………….…

50. Sufriani                 :           Gulai Jruek (Gulai Udang dan Sayuran)………………..

51. Sufriani                 :           Pacri Boeh Aneh……………………………………….

 

C. Resep – Resep Kue/Jajanan……….……………………………………………..

52. Deliana                 :           Ruti Seuop………………………………………………           

53. Sufriani                 :           Rutie Teu Seoup…………………………………………

54. Sufriani                 :           Apam  Pidie………………………………………………

55. Sufriani                 :           Roti Jala Kuah Karie…………………………………….

56. Sufriani                 :            Thimpan………………………………………………….

57. Sufriani                 :            Bingkang…………………………………………………

58. Sitti Hasnidar        :           Martabak Aceh…………………………………………..

59. Henny                   :           Lepat Gayo……………………………………………….

60. Henny                   :            Gutel……………………………………………………..

61. Sufriani                 :           Dimsum ikat sehat……………………………………….

62. Sitti Hasnidar        :           Ie boeh timon……………………………………………

62. Sufriani                 :           Dawet Engkot  Lele……………………………………..

63. Sufriani                 :           Punch Cumi Semangka Jeruk……………………………

64. Sufriani                 :           Cake Nenas Ikan Kembung Saus Serikaya ………………

65. Anita Rahman       :           Manisan Kolang Kaling………………………………….

66. Anita Rahman       :           Manisan Boeh Petek……………………………………..

67. Anita Rahman       :           Mie Caluk………………………………………………..

68. Anita Rahman       :           Mie Caluk Bumbu Kacang………………………………

69. Sitti Hasnidar        :           Bue Payeh……………………………………………….

66. Sitti Hasnidar        :           Mie Goreng Aceh……………………………………….

68. Sitti Hasnidar        :           Bue Minyeuk……………………………………………

69. Sitti Hasnidar        :           Adee Ubi ……………………………………………….

70.  Sitti Hasnidar       :           Adee Tepung……………………………………………

 






SIE REBOEH ACEH RAYEK

 

 

Bahan:

·     Daging sapi yang ada lemaknya 1 Kg

·     Lengkuas parut ¼ Kg

·     Kunyit  secukupnya

·     Cabe keriting secukupnya

·     Cabe rawit secukupnya

·     Cuka Joek (dari air enau/ pohon kolang kaling)   secukupnya

Cara Masak:

1.     Potong-potong daging dan bersihkan (cuci hingga bersih)

2.     Masukan danging yang sudah bersih kedalam belanga tanah

3.     Haluskan kunyi, cabe rawit dan cabe keriting

4.     Masukan semua bumbu kedalam belanga yang berisi daging

5.     Masak dengan api sedang

6.     Masukan cuka secukupnya

7.     Masak lagi dan matikan api

8.     Simpan daging yang sudah masak selama beberapa jam (semalam)

9.     Dan keesokan harinya panaskan kembali dan sudang bisa dihidangkan

10.  Setiap hari dipanaskan

 

Catatan:

Bisa diolah lagi tuk lebih mantap dan sesuai selera:

a.      Daging yang sudah siap saji boleh digoreng dengan rajangan bawang merah  dan cabe hijau atau cabe rawit

b.     Daging yang sudah siap saji boleh juga dimasak lagi dengan menambahkan santan

 

 

BIOGRAFI  PENULIS

Dr. Dra. Sitti Hasnidar, M.Pd, merupakan anak ke lima dari lima bersaudara yang merupakan anak bungsu dari pasangan H. Hasbi Alibasyah (alm) dan Hj. Rohani Yusuf (alm), dilahirkan di Kota Sabang, 24 November 1968 bertugas sebagai guru  kimia pada SMA Negeri 8 Banda Aceh,  dimulai dari pendidikan di SDN 5 Sabang (1981), SMPN 7 Banda Aceh (1984), SMA Adidarma Banda Aceh (1987), FKIP Pendidikan Kimia Universitas Syiah Kuala (1992), Magister Administrasi Pendidikan Unsyiah (2012), Program Doktoral UIN Ar Raniry (2019), prestasi yang pernah diraih Guru Terbaik IPA Program Sampoerna Fondation (2006), Guru Favorit SMA Negeri 8 Banda Aceh (2006), Guru Berprestasi Tingkat Provinsi Aceh (2012), Finalis Guru Berprestasi Tingkat Nasional (2012) dan Guru Berkarya dari Golkar Award (2013). Pelatihan dan pendidikan di Luar Negeri: Recsam, Penang, Malaysia (2005) dan Jiangsu Normal University, China (2019). 17 Indonesia 2022 dipercayai menjadi kepala SMAN 13 Banda Aceh. 1 Januari 2024 dilantik oleh Bapak Pj. Gubernur Aceh (Achmad Marzuki) menjadi Pengawas Sekolah di lingkungan Dinas pendidikan Aceh.

 

SIE REUBOH GORENG

Bahan:

·     Daging  Berlemak  1 kg potong ukuran sedang

·     Lengkuas parut 1 ons

·     Air kelapa dari 1 butir kelapa.

·     Cabe hijau 10 bh secukupnya

·     Cabe rawit 20 bh secukupnya

·     Cabe merah 5 bh rajang kasar

·     Daun temurui  4 tangkai

·     Minyak goreng

Bumbu yang dihaluskan atau ditumbuk:

·     Bawang merah 1 ons

·     Bawang putih 5  siung

·     Jahe secukupnya

·     cuka Aceh 2 centong sayur sedang

·     lengkuas 2 ruas

·     Cabe kering halus 2 sdm

·     Cabe merah 100 gram

·     Cabe kecil 50 gram

·     jahe 1 ruas

·     kunyit hidup 2 ruas jari

·     lada secukupnya

·     Garam secukupnya

 

Cara Membuat:

1.     Haluskan bumbu pertama

2.     Campur bumbu halus dengan  daging dan air kelapa, diamkan selama 30 menit

3.     Masak dengan api sedang, tambahkan air bila perlu.

4.     setelah hampir empuk masukkan cuka dan daun teumurui serta lengkuas parut masak lagi sampai  empuk dan airnya habis

5.     terakhir masukan bahan 1 kecuali minyak, diamkan 30 menit 

Panaskan minyak dan goreng dengan minyak panas sampai warna coklat keemasan, tiriskan

Sie reuboh goreng siap disajikan

 

By: Sitti Hasnidar

 

SIE TEOUM

 

Bahan :

·     Daging Sapi           1 kg

·     Tetelan                  ½ kg

·     Bawang merah     ½ kg                                                   

·     Bawang putih       1 bongkol

·     Jahe                      2 ruas

·     Daun bawang       5 ikat

·     Garam secukupnya

 

Cara nya :

1.     Daging sapi dan tetelan dibersihkan dan dipotong kecil2 sebesar dadu

2.     Setelah dicuci bersih, berikan garam secukupnya

3.     Rajang bawang merah, bawang putih, jahe dan daun bawang menurut selera

4.     Kemudian masukkan dalam daging dan aduk rata, siap untuk dimasak

5.     Tunggu sampai matang dan siap untuk disajikan dengan nasi panas

 

BIOGRAFI PENULIS

Penulis asli kelahiran Aceh Besar desa Pasie Lamgarot, kecamatan Ingin Jaya dan dibesarkan di Banda Aceh, Sie teoum adalah salah satu masakan Khas Aceh Besar yang begitu mudah dan efisien prioritas disajikan untuk anak-anak yang masih kecil/balita atau beberapa orang tua yang tidak bisa atau tidak menyukai makanan pedas. Wanita kelahiran 1981 ini memiliki 3 putra yang sangat menyukai masakan khas daerahnya, yaitu Sie Teoum

Ketiga jagoan nya menyukai masakan sie teoum ini karena keunikannya tidak membutuhkan waktu lama untuk mesakkannya, sangat simple dan praktis serta dapat dibuat kapan saja karena hanya terdiri dari bahan2 yang praktis dsan mudah didapatkan.

 

SIE ITEK MASAK PUTEH

 

Bumbu:

·       bebek serati 1 ekor/bebek paking 3 ekor (dibakar dan potong menurut selera)

·       10 siung B. putih

·        20 siung B.merah

·       10 buah cabe rawit

·       Sunti 4 biji

·       1 ruas jahe

·       Jintan 1 sdt

·       ketumbar gonseng 3 sdm

·       1 butir biji pala                                                                      

    ( bhn diatas semua diblender halus)

·       kentang ¼ kg (dipotong bulat digoreng asing untuk topingnya)

·       5 biji kapulaga

·       5 biji lawang kleng

·       5 biji bungong lawang Aceh

·       sedikit kayu manis

·       3 batang sereh (digeprek)

·       5 lbr daun salam

·       1 lbr daun pandan

·       ¼ kg u teulheu (kelapa gongseng)

·       santan kental aja(1 kelapa)

·       sedikit minyak untuk menumis

Caranya:

1.     Lumuri bebek yang sudah digarami dengan kelapa gongseng dan bumbu yang halus td.tumis bawang, masukkan kapu laga, cengkeh, lawang kleng, kayu manis, sereh, daun salam dan pandan.

2.     bila sdh baunya agak harum, masukkan bebek sedikit air aduk hingga rata tutup&tunggu hingga meresap bumbunya, bila sudah agak mengeluarkan minyak tambahkan air ½ dari bebek dalam wadah diaduk lagi tutup, tunggu sampai agak empuk,

3.     setelah itu baru siram santan kental diaduk lagi dan tunggu hingga agak mengeluarkan minyak, setelah masak di hidangkan dengan toping kentang goreng.

 

 

BIOGRAFI PENULIS

Penulis dilahirkan di Deli serdang, Kota Medan. Dibesarkan di Sibreh A. Besar.Wanita kelahiran 1980 ini memiliki 3 orang Anak yang sangat menyukai masakan khas Pidie yang satu ini yaitu “Sie Itek Masak Puteh” Ketiga anak nya dan juga suami nya menyukai masakan sie Itek masak puteh.dirumah tiddk pernah putus bahan untuk masak favorit anak-anak,, jadi gak Indonesia susah deh. Begitu juga dengan “Rutie Suop”. Sejak kecil hingga sebelum nikah selama bulan puasa pasti ada rutie sueop salah satu menu berbuka.

 

 

MANOK PEULEMAK KHAS ACEH BESAR

Bahan:

·       1 ekor ayam kampung ukuran 3 kg

·       Cabe keriting ½ 0ns

·       Cabe rawit 10 biji

·       Bawang merah 10 siung

·       Bawang putih 5 siung

·       Kunyit bubuk 1 sendok makan

·       Cabe kering halus 1 Sendok makan

·       Ketumbar sangrai halus 1 Sendok makan

·       Ambu2 3 sendok makan

·       Sere 3 batang geprek dan bakar sbentar

·       Santan kental dari 3 butir kelapa

·       Santan encer 500 ml

·       Garam secukupnya.

·       Jeruk perut utk marinasi.

 

Cara Membuatnya:

1.     Ayam dipotong, dibersihkan, lalu dipanggang sebentar dan dipotong-potong sesuai selera diberi garam dan perasan jeruk perut.

2.     Semua bumbu dihaluskan kecuali batang serai, lalu dtuangkan dalam ayam Indonesia Indonesia diberi garam dan perasan jeruk perut. Masak sampai agak mengering, lalu tambahkan santan kental.

3.     Masak kembali sampai kuahnya menyusut. Lalu tambah santan encer, masak kembali hingga mendidih dan bumbunya meresap dg api kecil. Koreksi rasa. Ayam peuleumak siap dihidangkan.

 

PROFIL PENULIS

Dra. Yusniar, lahir di Aceh Besar tepatnya Desa Meunara Kecamatan Indrapuri, 16 April 1968. Penulis adalah anak ke enam dari delapan bersaudara, buah dari pasangan H. Abdurrani dan Hj. Zainabon. Yusniar adalah seorang Kepala Sekolah di SMA Negeri 1 Montasik. Pendidikan yang ditempuh dimulai dari MIN Lampupok Raya tahun 1980, dilanjutkan ke SMPN Indrapuri tahun 1983 dan SPG Negeri Banda Aceh tahun 1986. Menamatkan S1 Pendidikan Bahasa dan Seni pada tahun 1992 di Universitas Abulyatama Aceh Besar.

Penulis merupakan Kepala Sekolah di SMA Negeri 1 Montasik Kabupaten Aceh Besar sejak tahun 2020 sampai dengan sekarang. Sebelumnya pernah menjadi Kepala Sekolah di SMA Negeri 1 Indrapuri sejak tahun 2011 sampai dengan tahun 2019.

 

Gulai Manok Khas Aceh

 

Bahan-bahan:

 


·     500 gram Ayam Potong menurut selera

·     Jeruk nipis

·     Secukupnya Garam

·     1,1/4 Gelas Santan Kekentalan Sedang

·     2 Buah Kentang Ukuran Sedang Kupas dan Belah 4

·     Secukupnya Minyak Goreng

·     Secukupnya Air (me : 100+400ml)

·     Secukupnya Gula

 

Bahan Untuk Tumisan :

·     2 Siung Bawang Merah iris tipis

·     1 Siung Bawang Putih Cacah Halus

·     2 lembar Daun Salam

·     1 Batang Serai Geprek

·     2 Buah Cengkeh

·     2 Buah Gapulaga

·     2 Buah Bunga Lawang

·     4 cm Kayu Manis

·     1 Helai Daun Kari

·     1 Helai Daun Pandan Simpul kan

Bumbu Yang Dihaluskan :

 

·     1 Sdm Biji Ketumbar (me : 1 sdt ketumbar bubuk)

·     1 Sdt Jintan

·     15 butir merica (me : 1/8 sdt merica bubuk)

·     3 Sdm Kelapa Sangrai/Gonseng

·     1 Sdm Bubuk Cabai Kering (me : ½ sdt paprika bubuk)

·     5 Siung Bawang Merah

·     2 Siung Bawang Putih

·     15 Buah Cabai Merah/menurut Selera (me : 1 buah)

·     2 Cm Jahe

·     2 Cm Kunyit

·     3 Buah Asam Sunti

 

Cara Membuat:

 

1.   Siapkan semua bahan yang dibutuhkan. Iris bawang putih, bawang merah, kupas kentang dan belah jadi 4 bagian.

2.   Haluskan semua bahan bumbu halus.

3.   Cuci bersih ayam dan tiriskan airnya lalu beri perasan jeruk nipis dan garam. Aduk rata sisihkan sesaat, bilas air bersih dan tiriskan airnya. Sangrai kelapa parut hingga kuning kecoklatan.

4.   Panaskan minyak goreng secukupnya dan tumis semua bahan tumisan sampai harum. Tuang bumbu halus dan tumis hingga matang.

5.   Kemudian masukkan ayam, aduk hingga ayam berubah warna. Tuang sedikit air, masak sampai airnya menyusut.

6.   Masukkan kentangnya, setelah setengah empuk kentangnya masukkan santan dan tuang air 400 ml. Aduk pelan-pelan jangan sampai santan nya pecah.

7.   Masak sampai santan nya matang meresap dan kentang nya empuk. Terakhir beri garam, kaldu jamur dan gula pasir. Koreksi rasa menurut selera.

8.   Angkat dan siap disajikan.

 

 

Manok Boeh Jantoeng

(Ayam Masak Jantung Pisang)

Bahan-Bahan :

·       ½ ekor ayam, potong-potong

·       6 butir bawang merah, iris tipis

·       3 siung bawang putih, iris tipis

·       3 cm jahe, iris tipis

Haluskan :

·       3 buah cabai merah besar

·       2 cm kunyit

·       ½ sdt ketumbar sangrai

·       1 sdm poyak/ue lhe

·       Garam secukupnya

·       500 ml air

·       2 batang serai, memarkan

·       1 buah jantung pisang batu, potong-potong

·       1 tangkai daun temurui/daun kari/salam koja

 

Cara Membuatnya :

·       Bersihkan ayam, kemudian campur dengan bawang merah, bawang putih, jahe yang diiris, dan bumbu yaang dihaluskan

·       Beri air, lalu masak sampai ayam matang.

·       Masukkan jantung pisang dan daun temurui. Masak sampai jantung pisang matang. Angkat.

·       Untuk 4 orang

 

 

SIE ITEK MASAK ACEH

 

Bahan-Bahan

·      ½ ekor bebek

·      1 sdm kelapa gongseng

·      1 genggam daun temuru (daun kari)

·      200 ml santan

·      1 buah kentang, potong-potong

·      Secukupnya Garam

·      Secukupnya Gula

·      Minyak untuk menumis

Bumbu Halus:

·     2 sdm ketumbar

·     ½ sdm merica bubuk

·     1 ½ sdt jintan

·     1 sdt adas manis

·     3 butir pekak

·     ½ biji pala

·     3 butir bawang merah

·     5 siung bawang putih

·     1 cm kayu manis

·     ½ sdm kunyit bubuk

·     1 cm jahe

·     3 butir kemiri

·     1 batang serai

Cara Membuat

·       Bakar bebek sampai keluar lemak.

·       Haluskan semua bahan bumbu halus.

·       Kemudian tumis sampai wangi.

·       Potong bebek sesuai selera.

·       Masukkan ke dalam tumisan bumbu halus.

·       Tambahkan garam dan gula secukupnya, tuangkan santan.

·       Masukkan kentang.

·       Masak hingga daging bebeknya empuk dan jangan lupa dirasa.

 

By: Sitti Hasnidar

 

 

GULE THI BOH PANAH (Gulai Daging Kambing dan Sapi)

Bahan :

·       250 gr daging kambing

·       250 gr daging sapi

·       150 gr kelapa parut

·       10 butir bawang merah, iris tipis

·       5 siung bawang putih, iris tipis

·       1 ibu jari jahe, iris tipis

Haluskan:

·       8 buah cabai merah

·       3 cm kunyit

·       1 sdm ketumbar sangrai

·       Garam secukupnya

·       2 batang serai, memarkan

·       200 gr nangka muda, potong-potong, rebus

·       1 ½ liter air

Cara Membuatnya :

1.     Potong-potong daging kambing dan sapi dengan ukuran yang sama. Sisihkan

2.     Sangrai kelapa parut sampai kecoklatan. Giling/tumbuk sampai halus dan berminyak (poyak/ue lhe)

3.     Campur daging kambing dan daging sapi dengan poyak (ue lhe), bersama dengan bawang merah, bawang  putih yang diiriskan dan jahe.

4.     Masak di atas api kecil sampai daging berair dan menyerap bumbu.

5.     Beri air dan potongan nangka. Masak sampai air menyusut dan daging matang. Angkat.

6.     Untuk 4 orang.

 

 PROFIL PENULIS

 

Perkenalkan saya Sufriani, S.Pd. kepala sekolah SMKN 3 Banda Aceh pernah kuliah Tata Boga di Fkip Unsyiah. Belajar di P4TK Sawangan. Belajar kuliner di Bandung. Magang di Malang, Indonesia dan Bogor dan sekarang dipercaya menjadi juri kuliner Aceh. Sebelumnya terimakasih sudah memberikan kesempatan kepada penulis untuk berbagi resep khas Aceh. Masakan Aceh merupakan salah satu masakan Indonesia paling banyak menggunakan rempah dan memiliki rasa Indonesia membuat kangen ini bukan untuk rakyat Aceh saja tapi dari daerah lain juga sangat suka dengan masakan Aceh aromanya rasanya sangat menggoda mudah mudahan resep Indonesia penulis tampilkan dapat menjadi menu favorit bagi siapapun yang mencoba terimakasih

 

THI TUOM  (Daging Berbumbu)

 

Bahan :

·       300 gr daging sandung lamur

·       100 gr hati sapi

·       100 gr paru rebus

·       10 butir cengkih

·       1 liter air

·       3 cm jahe, iris tipis

·       1 genggam daun kari/temurui/salam

·       Koja

Haluskan :

·       10 butir bawang merah

·       4 siung bawang putih

·       ½ sdt merica butir

·       Garam secukupnya

Cara Membuatnya :

1.     Potong-potong daging sandung lamur, hati sapi, dan paru dengan ukuran yang sama, lalu rebus

2.     Campur daging, cengkih, dan air dengan bumbu yang dihalus.

3.     Masak dengan api sedang sampai  mendidih

4.     Kecilkan api, dan teruskan memasak sampai daging matang dan kuah kering. Angkat.

5.     Untuk 4 orang

Tips.: Thi tuom dimasak sampai  air benar-benar kering. Masakan ini bisa disimpan dalam waktu lama. Asalakn      sering-sering dipanaskan kembali

By: Supriani

 

 GULAI KARI ENGKOT KAKAP

Bahan :

·       1 Ekor ikan kakap (+/- 400 gram)

·       2 butir jeruk nipis, ambil airnya

·       1 sdt garam

·       3 sdm minyak untuk menumis

·       8 butir bawang merah, iris tipis

·       1 lembar daun pandan

·       1 tangkai daun temuru/daun kari/salam koja

Haluskan :

·       4 siung bawang putih

·       1 sdm ketumbar sangrai

·       ½ sdt merica butir

·       ½ sdt adas

·       1 sdm poyak/ ue lhe

·       5 buah asam sunti

·       2 cm kunyit

·       3 cm jahe

·       6 buah cabai besar

·       400 ml santan kental

·       12 buah cabai rawit hijau, utuh

·       4 buah belimbing wulu, belah dua

·       1 buah tomat, potong-potong

Cara Membuatnya :

1.     Potong ikan kakap menjadi tiga, lalu bersihkan, lumuri dengan air jeruk nipis dan garam, sisihkan.

2.     Panaskan minyak, lalu tumis bawang merah, daun pandan, dan daun kari sampai sampai setengah matang. Tambahkan bumbu yang dihaluskan. Tumis sampai bumbu matang

3.     Beri santan, cabai rawit hijau utuh, belimbing  wulu dan tomat. Masak saampai mendidih

4.     Masukan ikan kakap

5.     Masak dengan api sedang sampai ikan kakap matang dan santan mengental. Angkat.

6.     Untuk 4 orang

 

By: Supriani

 

 

 ENGKOT KARUENG PAWEUH BOEH JANTOUENG

Bahan :

·       ½ Kg Ikan Kare (karang)ung, potong-potong serong-serong

·       6 butir bawang merah, iris tipis

 

Haluskan :

·       3 buah cabai merah besar

·       5 siung bawang merah

·       2 siung bawang putih

·       2 cm kunyit

·       ½ sdt ketumbar sangrai

·       1 sdm poyak/ue nelheh

·       Garam secukupnya

·       500 ml air santan

·       2 batang serai, memarkan

·       1 buah jantung pisang batu, potong-potong

·       1 tangkai daun temurui/daun kari/salam koja

 

Cara Membuatnya :

·       Bersihkan ikan, bubuhi perasan air jeruk nipis dan garam biarkan sebentar. (marinasi)

·       Tumis bawang merah, daun temurui hingga harum

·       kemudian masukan bumbu yang sudah dihaluskan masang sampai harum masukan potongan jantung pisang masak hingga merata dan jantung layu baru masukan ikan masak lagi tambahkan air santan dan berikan garam dan penyedap secukupnya.

·       Masak sampai jantung pisang matang. Aduk perlahan jangan sampai ikannya hancur. Angkat.

 

 

 

Biografi Penulis

 

Penulis adalah Nita Rachman A. Md keb. Tempat/ tgl lahir Mon Geudong 4 September 1975, anak ke dua dari lima bersaudara, pekerjaan PNS di Kabupaten Aceh Besar.

 

 

Eungkot Sure Tepeleumak

 

Bahan- bahan:

·     2 ekor ikan tongkol panggang

·     1 buah jeruk nipis

·     Secukupnya garam

·     Sejumput gula

·     1 pcs santan kara 65ml

·     2 buah kentang

·     3 buah cabe ijo

·     1 lembar daun salam

·     1 buah sereh geprek

·     800 ml air


Bumbu halus:

·       3 buah asam belimbing wuluh

·       1 cm kunyit

·       3 siung bawang merah

·       2 siung bawang putih

·       1 butir kemiri

 

Cara Membuat:

1.   Belah ikan tongkol yang sudah dipanggang biasa (tanpa bumbu)

2.   Potong cabe ijo dan kentang

3.   Blender semua bumbu halusnya

4.   Masukkan bumbu halus ke dalam ikannya, aduk rata

5.   Panaskan santan bersama 800ml air(untuk kuahnya sesuai selera), tambahkan sereh dan daun salam, aduk agar santannya tidak pecah

6.   Jika sudah mendidih, masukkan kentang dan cabe ijo

7.   Jika kentangnya setengah lunak, masukkan ikannya tambahkan garam dan sejumput gula, aduk rata

8.   Jika kentang dan ikan sudah matang sempurna, dan air Indonesia menyusut, koreksi rasa dan matikan api, ikan tongkol kuah leumak aceh siap disajikan.


By: Nurlela

 

    Engkot Sure Tumeh Aceh

        (Tumis Ikan Tongkol)

Bahan-Bahan :

·       1 ekor tongkol (+/- 500 gr)

·       1 butir jeruk nipis, ambil airnya

·       3 sdm minyak untuk menumis

·       6 butir bawang merah, iris tipis

Haluskan:

·       4 siung bawang putih

·       ½ sdt merica butir

·       ½ sdt adas

·       1 sdt ketumbar, sangrai

·       4 buah cabai merah besar

·       3 cm jahe

·       8 buah asam sunti

·       Garam secukupnya

·       1 lembar daun pandan, ikat

·       10 buah cabai rawit hijau, biarkan utuh

·       4 buah  belimbing wulu, belah-belah

·       ½ sdt penyedap bila suka

·       400 ml air

Cara Membuatnya :

1.     Bersihkan ikan tongkol, lalu potong menjadi lima bagian.

2.     Lumuri dengan air jeruk nipis. Diamkan sejenak.

3.     Panaskan minyak, lalu tumis bawang merah yang diiris sampai harum.

4.     Tambahkan bumbu yang yang dihaluskan, daun pandan, cabai rawit hijau, dan belimbing wulu. Tumis sampai bumbu matang.

5.     Beri air lalu masak sampai mendidih.

6.     Masukkan ikan tongkol. Tambahkan penyedamm, bila suka.

7.     Masak sampai tongkol matang dan kuah mengental.

8.     Angkat.

 By: Sitti Hasnidar

 

Engkot Paya Khas Aceh

 

Bahan-Bahan :

·     500 gram ikan gabus atau ikan ruan, potong sesuai selera

·     1 buah jantung pisang, ambil isi dalamnya

·     10 mata asam sunti

·     5 sdm kelapa gongseng (ue teh lheu)

·     4 lembar daun jeruk

·     2  tangkai daun salam

·     Jeruk nipis

·     1 batang seraiGaram secukupnya

 

Bumbu Halus :

·     15 buah cabai rawit

·     8 butir bawang merah

·     8 buah cabai merah

·     5 siung bawang putih

·     2 sdm ketumbar sangrai

·     2 sdm cabe merah bubuk

·     1 sdt kunyit biasa atau kunyit bubuk

 

Cara Membuat:

1.   Cuci ikan gabus dengan bersih sampai bersih dari lender

2.   Lumuri ikan gabus dengan garam dan perasan air jeruk nipis

3.   Diamkan sebentar kurang lebih 15 menit agar bau amis hilang dan garam meresap ke dalam ikan.

4.   Selanjutnya masukan bumbu halus, serai, kelapa gongseng ke dalam ikan .

5.   Aduk rata, pindahkan campuran ikan ke wajan dan nyalakan kompor.

6.   Tambahkan secukupnya air, garam, daun salam, daun jeruk purut, dan irisan jantung pisang. Aduk

7.   Masak dengan air kecil sampai kuahnya menyusut dan bumbu meresap. Angkat.

8.   Ikan siap dihidangkan.

 

 

Biografi Penulis

 

Nurjannah, S.Pd., M.Pd, lahir di Pidie, pada tanggal 3 Juni 1978, Penulis adalah anak bungsu dari tujuh bersaudara. Anak dari pasangan  H. Usman Thaha (alm)      dan  Hj. Habibah. Pendidikan yang ditempuh dimulai dari SD Negeri Lhok Igeueh tahun 1991, dilanjutkan ke MTsN Banda Aceh 1 tahun 1994 dan SMA Negeri 2 Ingin Jaya lulus tahun 1997. Menamatkan S1 Pendidikan Matematika pada tahun 2002 di Universitas Syiah Kuala, dan pada tahun 2016 melanjutkan S2 di FKIP USK Jurusan Magister Pendidikan Matematika  selesai pada tahun 2018. Penulis merupakan Kepala Sekolah di SMA Negeri 12 Banda Aceh Sejak tahun 2022  sampai dengan sekarang. Sebelumnya pernah menjadi  guru dan wakil kepala sekolah di SMA Negeri 3 Banda Aceh  sejak tahun 2006 sampai dengan 16 Indonesia 2022.

 

ENGKOT BANDENG ASAM KEUENG

Bahan :

·       1 ekor ikan bandeng

·       2 batang Daun kari

·       4 lembar Daun jeruk purut (buang tulang tengah)

·       3 buah belimbing wuluh segar (potong-potong melintang)

·       1 buah jeruk nipis

·       ½ sdt merica

·       1 sdt kunyit bubuk

·       3 buah Cabe hijau (patah 3)

·       500ml air

·       Garam secukupnya

 

Bumbu yang Dihaluskan :

·       4 siung bawang putih

·       10 buah cabe rawit

·       1 ruas jempol jahe

·       10 buah sunti

 

Cara membuat:

1. Cuci bersih ikan taburi garam dan jeruk nipis lalu masukkan kedalam wajan

2. Setelah itu masukkan semua bumbu halus campurkan kedalam ikan

3. Beri air sampai ikan tenggelam

4. Panaskan wajan berisi ikan dan bumbu jika air telah mendidih masukkan daun jeruk purut dan daun kari

5. Tunggu sampai air sedikit menyusut masukkan merica dan potongan belimbing wuluh

     Jika perlu tambahkan air, sesuaikan dengan rasa

6.   Terakhir masukkan potongan cabe hijau dan siap disajikan

 

BIOGRAFI PENULIS

Penulis berasal dari Kota Tebing Tinggi Sumatera Utara yang lahir pada tahun 1990. Menikah dengan seorang pria keturunan asli Aceh Besar pada tahun 2017. Saat itu penulis mulai belajar masakan aceh yang khas karena jatuh cinta dengan rasa asam sunti. Semua dimulai dari suami penulis yang suka sekali masakan khas Aceh Besar sehingga penulispun mulai belajar beberapa masakan Aceh yang sangat mudah dibuat dengan cita rasa menggugah selera. Pengalaman penulis menuntut ilmu selama 3 bulan di PPPPTK Bisnis dan Pariwisata Depok pada tahun 2018 juga menjadi salah satu pemicu penulis untuk belajar lebih banyak masakan khas Aceh yang enak dan mudah dalam pembuatannya.

Mengapa penulis membagikan resep asam keueng? Hal ini karena masakan asam keueng ini sangat mudah dan cepat dalam pembuatannya sekaligus memiliki cita rasa yang enak serta menyehatkan karena tidak memakai minyak goreng dalam pembuatannya hanya di rebus.

 

ENGKOT SURE TUMEH ACEH

 

Bahan :                      

·       1 ekor ikan tongkol 1 ekor sedang

·       Cabe merah 10 buah

·       Cabe rawit secukupnya

·       Bawang merah 5 siung

·       Bawang putih 3 siung

·       Jahe 1 ruas

·       Ketumbar setengah sendok teh

·       Asam sunti 5 buah

·       Jeruk nipis 1 buah

·       Garam secukupnya

·       Daun kari satu tangkai

·       Kunyit secukupnya

·       Minyak makan untuk menumis

                                     

Cara Membuat          :

Ø  Langkah 1 yaitu ambil ikan, bersihkan dan di potong-potong. Kemudian masukkan garam, jeruk nipis dan diaduk.

Ø  Langkah 2 yaitu haluskan semua bumbu (kunyit, asam sunti, ketumbar, jahe, cabe rawit, cabe merah) dan campur pada ikan

Ø  Langkah 3 yaitu siapkan kuali diatas kompor dan tuangkan minyak hingga panas. Masukkan daun temurui, dan bawang merah yang telah di iris sampai setengah matang. Kemudian masukkan ikan yang sudah dicampur bumbu tadi ke dalam minyak dan di aduk. Setelah 5 menit tambahkan air secukupnya dan masukkan daun kari hingga matang. Setelah matang, hidangkan dalam piring, dan siap disajikan.

 BBy: Erlawana

 

                                                SUP BATOK IKAN TENGGIRI TOFU

 

Bahan :

·       3 butir telur asin

·       250 gr ikan tenggiri

·       1 buah tofu udang

·       50 gr bawang bombai

·       5 bawang merah (iris)

·       3 bawang putih (iris)

·       2 batang daun bawang (iris)

·       1 sdt kaldu jamur

·       ½ sdt garam

·       5 sdm margarine

·       500 ml air

·       50 ml maizena cair

 

Cara membuatnya :

1.     Panaskan minyak, tumis telur asin sambil dihaluskan

2.     Masukan irisan bawang merah, bawang putih, dan air hingga mendidih

3.     Masukkan tofu dan ikan tenggiri lalu seasoning masak hingga mendidih

4.     Tambahkan larutan tepung maizena dan irisan daun bawang

5.     Sajikan sup ke dalam batok kelapa

 

By: Sufriani

 

EKADO TONGKOL TELUR PUYUH

Bahan :

·       300 gr ikan tongkol (cincang kasar)

·       100 gr ayam giling

·       1 sdm bawang putih bubuk

·       1 sdm kaldu jamur

·       50 gr daun bawang (iris)

·       2 sdt merica

·       50 gr tepung tapioka

·       30 gr saus tiram

·       30 ml kecap ikan

·       30 ml minyak wijen

·       1 butir telur

·       1 buah kentang rebus (dadu)

·       10 butir telur puyuh (rebus)

·       10 lembar kulit tahu

Cara Membuatnya :

1.     Campurkan seluruh bahan kecuali kulit tahu dan telur puyuh

2.     Rendam kulit tahu lalu beri isian adonan , lalu gulung sesuai selera. Kukus hingga matang

3.     Sajikan bersama saus asam manis

 

By: Sufriani

 

ROLADE ENGKOT TUNA KUAH PECAL

Bahan :

·       300 gr daging ikan tuna

·       5 siung bawang putih

·       1 buah wortel

·       1 batang daun bawang

·       1 butir telur

·       3 sdm tepung tapioka

·        1 sdt garam

·       ½ sdt merica

·       ½ sdt kaldu bubuk

·       1 sdm minyak ikan

·       1 sdm saus tiram

·       5 lembar telur dadar tipis

Bahan Susu :

·       500 gr kacang sangrai

·       3 siung bawang putih

·       5 siung bawang merah

·       3 buah cabai merah

·       5 buah cabai rawit

·       3 butir kemiri

·       50 gr gula merah

·       2 lembar daun jeruk purut

·       1 sdt garam

·       1 sdm gula pasir

·       3 sdm kecap

Bahan :

·     1 buah tempe (potong panjang)

·     5 lembar kol

·     1 buah wortel

·     5 batang buncis

·     Garam secukupnya

Cara Membuatnya :

1.     Haluskan semua bahan kecuali telur dadar sampai merata

2.     Oleskan adonan di ats telur dadar lalu gulung dan kukus dengan daun pisang selama 15 menit. Angkat dan tiriskan

3.     Bahan saus: haluskan semua bahan lalu tumis bumbu hingga harum

4.     Masukkan gula merah, garam, gula, merica, kecap manis, daun jeruk dan air. Aduk hingga mendidih.

5.     Potong rolade, oleskan bumbu oles lalu panggang sebengar

6.     Goreng tempe dan sayur semua dikukus hingga matang

7.     Sajikan bersama saus kacang.

 

By: Sufriani

 

CHURROS ENGKOT CRISPY

Bahan :

·       2 buah wortel

·       400 gr ikan tenggiri

·       3 siung bawang putih

·       500 ml air

·       1 butir telur

·        200 ml air es

·       0,5 sdm gula

·       1 sdt garam

·       100 gr tepung terigu

·       100 gr tepung kanji

·       100 gr tepung parnir

·       10 sdm minyak makan

Cara membuatnya :

1.     Masukan wortel dan bawang putih + gula pasir + garam + 10 sendok minyak makan

2.     Tambahkan 100 gr tepung terigu

3.     Tambahkan 100 gr tepung kanji

4.     Kemudian rebus dalam  air yang sudah ditambahkan 1 sdm minyak

5.     Setelah matang, baluri dengan tepung parnir lalu goreng

By: Sufriani

KATSU ENGKOT  RAMBE LADA HITAM

Bahan:

·       300 gr ikan rambe

·       ½ sdt garam

·       ¼ sdt merica

·       1 buah jeruk nipis

·       1 butir telur

·       150 gr tepung parnir

Bahan Saus:

·       50 gr bawang bombai

·       2 sdt kecap asin

·       2 sdt margarine

·       1 sdt minyak wijen

·       3 nsdm saus tiram

·       3 sdm kecap

·       1 sdt lada hitam bubuk

·       2 siung bawang putih

Cara Membuatnya:

1.     Marinasi ikan dengan garam, merica dan jeruk nipis

2.     Masukan ikan ke dalam kocokan telur, lalu masukkan lagi ke dalam tepung parnir sampai permukaan ikan tertutup tepung parnir

3.     Lalu goreng sampai kuning keemasan

4.     Panaskan minyak, tumis bawang bombai dan bawang putih sampai harum, masukan semua bahan aduk hingga mendidih, tambahkan lautan tepung maizena masak sampai mengental

5.     Sajikan katsu bersama saus lada hitam/saos tomat.

 

By: Sufriani

ENGKOT KAKAP ASAM MANIS

 

Bahan :

·       500 gr ikan kakap

·       1 butir telur

·       1 ruas jahe

·       2 buah wortel

·       2 ikat daun bawang

·       3 buah cabe merah

·       3 buah cabe hijau

·       3 siung bawang putih

·       3 ruas nenas

·       100 gr tepung maizena

·       ½ sdt gula pasir

·       ½ sdt garam

·       1 saset lada bubuk

·       1 botol saus cabe

·       1 botol saus tomat

·       1 buah jeruk nipis

Cara membuatnya :

1.     Haluskan ikan + garam + jahe + jeruk nipis + lada ½ saset + putih telur

2.     Lalu masukkan tepung sesuai kebutuhan

3.     Tumis bawang putih

4.     Potong-potong wortel berbentuk panjang seperti korek api

5.     Potong-potong biasa cabe hijau dan cabee merah, lalu masukkan daun bawang + saus tomat + saus cabe + gula + lada ½ saset + garam + jahe 1 ruas jari + air

By: Sufriani

ENGKOT KENTUCKY

Bahan :

·       250 gr ikan tenggiri

·       100 gr tepung tapioka

·       100 gr wortel (diparut)

·       1 butir telur

·       3 siung bawang putih (dihaluskan)

·       3 buah bawang merah (digoreng)

·       0,5 sdm garam

·       0,5 sdm gula pasir

·       Lada bubuk secukupnya

·       3 sdm tepung terigu

·       Tepung parnir secukupnya

Cara Membuatnya :

1.     Ikan yang sudah digiling tambahkan telur + bawang putih + bawang merah dan tambahkan lada bubuk, garam, gula kemudian aduk menjadi Saturday masukkan tepung tapioka, aduk lagi

2.     Bulatkan kira-kira 1 sdm kemudian tuduk stik es krim bulatkan memanjang

3.     Rebus adonan dalam air yang sudah ditambahkan 2 sdm minyak

4.     Aduk 3 sdm tepung terigu dengan air dan celupkan “Fish Kentucky”

5.     Masukkan ke tepung parnir, dan sudah siap untuk digoreng

 

By: Sufriani

 

ENGKOT SUREE PANGANG TEPELEMAK  BOEH GANTANG

 

Bahan-bahan

  • 2 ekor ikan tongkol (suree) yq sdah di bakar ukuran sedang
  • Santan dr 1 buah kelapa

Bumbu Aromatik:

  • 2 batang serai geprek
  • 4 buah belimbing wuluh
  • 2 batang daun kari

Bahan Lainnya:

  • 8 buah cabai hijau
  • 3 buah kentang

Bumbu Halus:

  • 3 atau 4 cabai merah
  • 20 buah rawit atau seckpnya
  • 8 siung bamer
  • 5 siung baput
  • 4 buah sunti
  • 2 sdt ketumbar
  • 2 ruas jari jahe
  • 2 ruas jari kunyit
  • Garam sckpnya

Cara Membuatnya:

·       Potong-potong ikan tongkol yang sudah di panggang

·       Haluskan bumbu

·       Masukak bumbu dan ikan panggang dalam belanga tanah

·       Masukan semua bahan aromatik

·       Masukan cabe hijau dan kentang

·       Masak hingga mendidih, rasa dan sajikan

 

By: Sitti Hasnidar

 

 

 

 

SAYUR  ASAM  UBI  ENGKOT  NILA

Bahan :

·       2 ekor ikan nila

·       10 buah cabe rawit

·       3 ruas ketela

·       ½ ikat kangkung

·       5 buah kacang panjang

·       1 batang serai

·       1 ruas kunyit

·       1 buah jeruk nipis

·       5 siung bawang merah

·       2 siung bawang putih

·       Garam secukupnya

·       ½ sdt ketumbar

·       3 buah belimbing wuluh

Cara membuatnya :

1.     Cuci bersih ikan nila marinasi dengan air jeruk nipis dan diamkan beberapa saat

2.     Kupas ubi jalar (ketela), ptong dadu

3.     Iris bawang merah, kunyit, lengkuas dan tambahkan air

4.     Terakhir masukkan kangkung dan kacang panjang

 

By: Sufriani

 

 

 

 

EUNGKOT KEUMAMAH KHAS ACEH

 

 

Bahan-bahan :

 

·         Keumamah 2 potong

·         2 tangkai daun salam

 

Bahan bumbu giling :

·         Cabai rawit 1 genggam

·         Asam sunti 2 genggam (giling kasar)

·         Bawang merah 2 siung

·         Cabe merah 2 buah

·         Kunyit bubuk ½ sendok teh

 

Bahan bumbu rajang :

·         3 siuang bawang merah

·         5 buah cabe hijau

 

Cara membuat:

 

·         Iris tipis-tipis keumamah

·         Rendam keumamah yang sudah diiris-iris ke dalam air hangat selama 5 menit

·         Tumis bumbu giling

·         Masakan keumamah dan air secukupnya

·         Masukan bumbu rajang dan daun kari

Siap disajikan

 



By: Nurjanah

KEUMAMAH SUTRA

 

Bahan :

·           Ikan Tuna Fillet

·       2 Kg Asam

·       Sunti 1 Ons

·       Cabe Rawit ½ Ons

·       Bawang Merah 1 ½ Ons

·       Bawang Putih 1 Ons

·       Ketumbar 1 Sdm

·       Jahe 1 Ruas Jari

·       Jeruk Nipis ¼ Ons

·       Daun  Kari 5 Tangkai

·       Garam Secukupnya

·       Minyak Goreng Secukupnya                                     By: Sufriani

 

Cara Membuat :

1.     Ikan tuna fillet di marinasi dengan jeruk dan jahe, kukus sampai matang, diangkat lalu didinginkan dan simpan ke dalam kulkas 30 Menit

2.     Ikan yang telah dikukus lalu di suwir-suwir

3.     Rajang tipis sebagian bawang merah, bawang putih, sisanya dihaluskan bersama ketumbar, cabe rawit, asam sunti dan jahe

4.     Tumis bumbu yang sudah dihaluskan sampai harum, kemudian masukkan ikan suwir tadi dan diaduk sampai kering

 

DEPIK PENGAT GAYO

Bahan :

·       Ikan depik 500 Gr

·       Cabe merah 10 biji

·       Cabe rawit 7 biji

·       Bawang merah 3 siung

·       Kunyit 1.5 cm

·       Jeruk Asam

·       Daun Gegarang

Cara Pembuatan:

1.     Semua Bumbu di giling Kemudian dilumuri ke dalam ikan hingga merata

2.      Lalu masak dan tambahkan perasan jeruk sayur dan air sedikit lalu dimasak.

3.     Biarkan matang hingga air ikan mengering.

 

PROFIL PENULIS

Heni Ekawati, S. Pd., M. Pd, Lahir Takengon 27 Juli 1982, Penulis merupakan Alumni SD-SMA 1 Takengon, kemudian melanjutkan Pendidikan S1 pertama S1 Fisika USM Thn 2005, S1 ke 2 nya S1 Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Padang thn 2016, dan S2  Management Administrasi Pendidikan Unsyiah   2018. Penulis merupakan Kepala Sekolah di SLB YAPDI Banda Aceh, sejak 2004 s/d sekarang, sebelum nya pernah menjadi Kepala Sekolah selama 10 tahun di SLB YPAC sampai tahun 2023.  Heni Merupakan Kepala Sekolah Pemapar Terbaik Juara 4 dari 6 Kepala sekolah terbaik mewakili Indonesia tahun 2016 Heni merupakan Kepala Sekolah Berprestasi III tingkat Nasional tahun 2019  Heni merupakan Kepala Sekolah perwakilan Provinsi Aceh sebagai Penyusun Al-Qur’an Isyarat bagi Anak Disabilitas Rungu Wicara Bersama Kementerian Agama RI LPMQ tahun 2021 s/d Sekarang Heni merupakan Narasumber Berbagi Praktik Baik (NSBPB) Terpilih Provinsi Aceh tahun 2023 Heni merupakan JBI (Juru Bahasa Isyarat) Pemerintahan Provinsi Aceh tahun 2020 s/d sekarang

 

ENGKOT  MASEN PAYEUH UE

 

Bahan:

·         3 ekor ikan asin peda

·         5 siung bawang merah

·         10 Buah cabe rawit

·         5 buah cabe hijau (rajang)

·         3 ekor ikan asin peda (sudah dibersihkan)

·         5 lembar daum jeruk purut (rajang halus)

·         2 helai daum temuru (daun kari)

·         1 buah kelapa paten (parut)

·         1 batang Sere (rajang halus)

·         1 ruas jari kunyit hidup

·         8 buah asam sunti

·         Daun pisang secukupnya

Cara Membuatnya:

1.     Haluskan bawang merah, cabe rawit, kunyit dan asam sunti lalu tambahkan kelapa parut ulek kembali dan tambahkan rajangan sere, daun jeruk purut, rajangan cabe hijau dan daun temuru (daun kari)

2.     Letakkan ikan asin pada daun pisang dan lumuri bumbu satu persatu masing-masing daun hingga habis

3.     Bungkus dan pincuk daunnya dan siap untuk dikukus/ dipanggang di atas api

4.     Jika sudah mask siap untuk disajikan

 

      

Profil Penulis

 

Penulis adalah salah seorang putri daerah Aceh asli yang dilahirkan di kota Samalanga 55 tahun yang lalu. Diberi nama Syarfati lahir dita Samalanga tepatnya tanggal 11-11-1969. Setelah menamatkan pendidikan mulai SD, SMP, dan SMA di kota kelahiran penulis melanjutkan studi S1 di Fakultas Keguruan di Unsyiah selesai pada tahun 1993 dan Pendidikan S2 di MAP Unsyiah  selesai tahun 2011. Penulis mulai bertugas sebagai Guru pertama sekali dikota kelahiran pada Indonesia 1996, setelah mengabdi 3 tahun disana kemudian pindah tugas ke SMA N 2 Banda Aceh sejak tahun 1998 setelah mengabdi selama kurang lebih  24 tahun disana penulis dipercayakan menjabat sebagai Kepala Sekolah SMA N 16 Banda Aceh sampai dengan sekarang. 

 

TIROEM  MASAK ACEH

Bahan:

·     Tiroem (tiram)

·     Bawang merah

·     Bawang putih

·     Cabe rawit

·     Sunti (belimbing wuluh yang  sudah di keringkan)

·     Minyak untuk menumis

·     Daun temuru (daun kari)

·     Cabe hijau (patahkan menjadi dua bagian)

·     Belimbing wuluh segar (potong kecil-kecil)

·     Santan Kelapa

Cara Membuatnya:

·       Cuci tiroem (tiram segar  hingga bersih dan tiriskan)

·       Haluskan semua bumbu

·       Panaskan minyak secukupnya, setelah panas masukan daun temuru hingga wangi lalu masukan semua bumbu yang sudah dihaluskan, masak hingga harum lalu  masukan tirom yang sudah bersihkan dan ditiriskan.

·       Masak dengan api sedang, tambahkan santan dan potongan belimbing wuluh, jika sudah hampir masak masukkan cabe hijau setelah beberapa saat matikan api dan siap untuk dihidangkan.

 

 

By: Sitti Hasnidar

 

KARENG TUMEH SUNTI

 

Bahan:

·     Teri Aceh/kareng (ikan teri ukuran sedang yang sudah dikeringkan)

·     Bawang merah

·     Bawang putih

·     Cabe rawit

·     Sunti (belimbing wuluh yang  sudah di keringkan)

·     Minya untuk menumis

·     Daun temuru (daun kari)

·     Cabe hijau (patahkan menjadi dua bagian)

Cara Membuatnya:

1.     Cuci teri aceh hingga bersih dari pasirnya

2.     Haluskan semua bumbu

3.     Panaskan minyak secukupnya, setelah panas masukan daun temuru hingga wangi lalu masukan semua bumbu yang sudah dihaluskan serta teri Aceh yang sudah bersih.

4.     Masak dengan api sedang, jika sudah hampir masak masukkan cabe hijau setelah bbrp saat matikan api dan siap untuk dihidangkan.

By: Sitti Hasnidar

TUMEH SUNTI TRI MEDAN

Bahan :

·       300 gr teri nasi

·       3 sdm minyak untuk menumis

·       6 butir bawang merah, iris-iris

·       10 lembar daun kari/temerui

Haluskan:

·       3 siung bawang putih

·       5 buah asam sunti

·       1 sdt ketumbar, sangrai

·       2 cm kunyit

·       5 buah cabai merah keriting

·       2 buah cabai merah besar

·       2 sdm poyak/ue lhe

·       100 ml air

·       1 buah terung ungu, potong-potong

·       4 buah cabai hijau, potong-potong

·       ¼ sdt penyedap (bila suka)

Cara Membuatnya :

1.     Rendam teri nasi dengan air selama 20 menit, agar berkurang asinnya, tiriskan

2.     Panaskan minyak, lalu tumis bawang merah iris dengan daun kari/temerui sampai harum.

3.     Masukkan teri dan bumbu yang dihaluskan. Aduk rata.

4.     Masak sampai setengah matang. Beri air dan masukkan terung ungu, cabai hijau dan penyebab.

5.     Masak sampai air habis

 

By: Sitti Hasnidar

 

 

 

UDENG SABE TUMEH SUNTI

Bahan:

·     Sabu (udang halus yang sudah dikeringkan)

·     Bawang merah

·     Bawang putih

·     Cabe rawit

·     Sunti (belimbing wuluh yang  sudah di keringkan)

·     Minyak untuk menumis

·     Daun temuru (daun kari)

·     Cabe hijau (patahkan menjadi dua bagian)

Cara Membuatnya:

·       Cuci sabu (udang halus kering/ebi hingga bersih dari pasirnya

·       Haluskan semua bumbu

·       Panaskan minyak secukupnya, setelah panas masukan daun temuru hingga wangi lalu masukan semua bumbu yang sudah dihaluskan serta sabu yang sudah bersih.

·       Masak dengan api sedang, jika sudah hampir masak masukkan cabe hijau setelah bbrp saat matikan api dan siap untuk dihidangkan.

 

By: Sitti Hasnidar

 

ASAM UDEUNG  BOEH LIMENG LEUMIEUK

 

Bahannya:

·         200 gr Udang segar (direbus sebentar)

·         5 buah bawang merah (rajang)

·         6 buah cabe rawit

·         5 buah belimbing wuluh

·         3 lembar daun jeruk purut (rajang halus)

·         Garam secukupnya

Cara Membuatnya:

Ø  Ulek cabe rawit hingga halus kemudian tambahkan  udang rebus bersama bawang merah ulek kembali

Ø  Tambahkan rajangan daun jeruk purut ulek sedikit lagi

Ø  Tambahkan garam  dan rasa jika sudah pas dapat disajikan

Ø 

 

BIOGRAFI PENULIS

Penulis bernama Nuriati Ibrahim, Tempat dan tanggal lahir B. Aceh, 8-9-1969. Riwayat Pekerjaan: 1. Guru SMAN 10 Fajar Harapan B. Aceh, 2. Kepsek SMAN 11 B. Aceh

Motto Hidup: Usaha dan doa sama dengan berhasil

 

 

 

 

Udang Tumehs Aceh

 


Bahan-bahan:

500 gr udang

1 daun kari

5 buah cabe hijau di patah-patahkan

 

Bumbu halus:

5 siung bawang merah

2 siung bawang putih

5 buah asam sunti

2 kemiri

5 buah cabe merah

Sedikit cabe rawit (sesuai selera jika ingin pedas)

1 ruas kunyit

Sedikit ketumbar bubuk

 

Cara Membuat:

1.   Bersihkan udang, beri perasan jeruk nipis dan garam.

2.   Tumis bawang merah yang sudah dirajang dan daun kari.

3.   Masukkan bumbu halus, tambah sedikit air dan garam

4.   Masukkan udang, masak sampai udang matang dan kuah agak mengental. Cek rasa, sajikan.

 

 

 

 

 

 

 

BIOGRAFI

 

Nurleila, S.Pd., M.Pd, lahir di Lhokseumawe, 12 Agustus 1970, Penulis adalah anak ke sepuluh dari sebelas bersaudara, buah dari pasangan M. Sufi Ali dan Hj. Saiyah. Nurleila adalah seorang Kepala Sekolah di SMK Negeri 1 Banda Aceh. Pendidikan yang ditempuh dimulai dari SD Negeri 8 Lhokseumawe tahun 1983, dilanjutkan ke SMPN 1 Lhokseumawe tahun 1986 dan SPG PGRI lhokseumawe tahun 1989. Menamatkan S1 Pendidikan Bahasa Inggris pada tahun 1994 di Universitas Abulyatama, S2 Magister Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Negeri Malang pada tahun 2024.

            Penulis merupakan Kepala Sekolah di SMK Negeri 1 Banda Aceh Sejak 2020 – sampai dengan sekarang. Sebelumnya pernah menjadi  Pengawas Sekolah dan kepala sekolah di SMK Negeri 1 Dewantara.

 

CAH UDENG SABE

 

BAHAN:

·     1 ons  Udeng Sabe                                                          

·     6 siung bawang merah

·     10 buah cabe kecil

·     7 buah asam sunti                                               

·     1 ons minyak goreng

·     Garam.secukupnya                                             

 

Cara Memasak:

Cuci udeng sabe sampai bersih lalu tiriskan, Selanjutnya siapkan kuali, masukkan minyak goreng sera panaskan lalu maskkan udeng sabe ke dalam minyak lalu gareng sampai matang kemudian angkat lalu tiriskan. Cabe kecil dan garam diulek di dalam cobek lalu masukkan bawang merah yang sudah diiris, serta asam sunti lalu diulek , terakhir  masukkan udeng sabe Indonesia sudah dtiriskan dan diulek sesuai selera, setelah selesai diulek selesai sudah Cah Udeng Sabe dan siap disajikan,

By: Nurlela

UDENG ASAM KEUNG

(Udang Kuah Asam Pedas)

 

Bahan :

·       500 gr udang segar

·       1 butir jeruk nipis, aambil airnya

·       ½ sdt garam

Haluskan:

·       4 butir bawang merah

·       4 siung bawang putih

·       2 cm kunyit

·       6 buah asam sunti

·       5 buah cabai merah

·       Garam secukup

·       4 buah belimbing sayur, belah dua

·       5 buah cabai hijau, potong-potong bulat

·       5 lembar daun jeruk

·       400 ml

·       ½ sdt penyedap (bila suka)

Cara Membuatnya :

1.     Kupas udang, sisakan ekornya, dan belah punggungnya. Aduk dengan air jeruk nipis dan garam. Diamkan sejenak.

2.     Caampur udang dengan bumbu yang dihaluskan , masak sampai udang berubah warna.

3.     Tambahkan belimbing sayur, cabai hijau, daun jeruk. Aduk rata.

4.     Beri air dan penyebab, masak sampai udang matang dan bumbu meresap. Angkat.

5.     Untuk 4 orang.

By: Sitti Hasnidar

 

ABON IKAN TONGKOL

 

Bahan:

·     1 kg Ikan tongkol

·     Bawang merah

·     Bawang putih

·     Cabe merah keriting

·     Ketumbar

·     Asam Sunti

·     Kunyit

·     Daun temuru (daun kari)

·     Santan

Cara membuatnya:

1.     Bersihkan ikan dari darahnya, belah dan poton  memanjang  (4 bagian)  lalu cuci sampai bersih dan marinasi dengan garam dan perasan air jeruk nipis.

2.     Siapkan wajan dan lapisi dengan dan belimbung wuluh kemudian susun ikan diatasnya

3.     Hidupkan api masak ikan dalam wajan dengan api kecil

4.     Jika sudah masak matikan api dan biarkan dingin, lalu ambil ikan letakkan dalam wadah ( boleh disimpan dalam lemari es, jika belum dilanjutkan)

5.     Ke esokan hari boleh suwir-suwir jika akan dilanjutkan

6.     Haluskan semua bumbu dan campur dengan ikan yang sudah disuwir-suwir dan tambahkan santan lalu masak dengan api kecil sambil diaduk-aduk, hingga kering, siap untuk dikemas atau di simpan dalam toples  boleh juga disimpan dalam lemari es dalam waktu lama.

 

By: Sitti Hasnidar

 

UDENG SAUS

Bahan :

·       Udang

·       5 siung bawang putih

·       5 siung bawang merah

·       Cabe rawit seperlunya

·       1 ruas jahe

·       1 buah bawang bombay

·       2 buah jagung

·       2 ikat daun bawang

·       1 sdm mentega

·       2 lembar daun jeruk

·       2 lembar daun salam

·       Saus tiram

·       Saus tomat

·       Saus cabe

·       kecap

Cara membuatnya :

1.     haluskan bawang putih, bawang merah, cabe rawit dan jahe

2.     setelah halus, bumbunya di tumis

3.     masukkan tepung maizena

4.     masukkan terakhir 1 sdm mentega, sesudah setengah matang, masak sausnya

5.     masukan udang

6.     terakhir masukkan daun bawang, bawang bombay dan jagung

 

By: Sufriani

 

SATE KREENG

Bahan-Bahan:

  • 1 kg kerang dara, bersihkan dan rebus hingga matang
  • 100 ml kecap manis
  • 50 ml kecap asin
  • 50 ml saus tiram
  • 2 sdm gula merah, sisir
  • 1 sdm air asam jawa
  • 1 sdt garam
  • ½ sdt merica bubuk
  • 1 batang serai, memarkan
  • 2 lembar daun jeruk, sobek-sobek

Membuat Bumbu Kacang:

  • 200 gr kacang tanah, goreng dan haluskan
  • 100 gr cabai merah, haluskan
  • 50 gr bawang merah, haluskan
  • 25 gr bawang putih, haluskan
  • 50 ml kecap manis
  • 2 sdm gula merah, sisir
  • 1 sdt garam
  • ½ sdt merica bubuk

Cara Membuat Sate Kreeng (Kerang):

  1. Tusuk kreeng (kerang) dengan tusuk sate.
  2. Dalam sebuah wadah, campur semua bahan bumbu marinasi. Aduk rata.
  3. Masukkan kreeng (kerang) yang sudah ditusuk ke dalam bumbu marinasi. Aduk hingga tercampur rata.
  4. Diamkan selama minimal 30 menit.
  5. Bakar kreeng (kerang) hingga matang.
  6. Sajikan sate kreeng (karang) dengan bumbu kacang.

 

By: Nuriati

 

PELEMAK BOH MANOK

 

Bahan :

·       4 buah asam sunti, iris-iris

·       5 buah bawang merah, iris-tipis

·       3 siung bawang putih, iris tipis

·       3 buah cabai merah besar, iris bulat

·       2 batang daun bawang, potong-potong

·       600 ml santan sedang

·       ¼ sdt kunyit bubuk

·       ½ sdt ketumbar bubuk

·       ¼ sdt penyedap (bila suka)

·       Garam secukupnya

·       4 butir telur ayam

Cara Membuatnya :

1.      Satukan asam sunti, bawang merah, bawang putih, cabai merahbesar, daun bawang dengan santan.

2.     Berikunyit, merica, ketumbar, penyedap dan garam

3.     Masak santan dengan api sedang sampai mendidih.

4.     Kecilkan api.

5.     Pecahkan telur ayam satu per satu ke dalam rebusan santan. Masak sampai telur matang dan bumbu terserap. Untuk 4 orang

Tip:

Supaya mudah, pecahkan telur terlebih dahulu di atas piring kecil. Setelah itu baru dimasukkan ke dalam santan. Tunggu sampai telur pertama matang, baru masukan telur berikutnya.

By: Sitti Hasnidar

BOH ITEK TEUPEULEMAK

 

Bahan             :

·     5 butir Boh Itek (telur Bebek)

·     5 butir Cabe merah

·     Cabe hijau 3 butir

·     Cabe rawit secukupnya ( sesuai selera )

·     3 siung Bawang putih

·     Bawang merah 5 siung

·     1 ruas jari Jahe

·     Kunyit secukupnya

·     Garam secukupnya

·     4 buah  Asam sunti

·     Santan dari 1 buah kelapa

·     5 lembar Daun temurui (daun kari)

·     2 batang Serai

·     3 lembar Daun jeruk

             

Cara Membuatnya   :

Ø  Langkah 1 yaitu ambil cabe merah, cabe rawit, bawang putih, bawang  merah, jahe, dan asam sunti dihaluskan

Ø  Langkah 2 yaitu ambil santan sebanyak 500 ml masukkan kedalam kuali kemudian tambahkan bumbu yang sudah dihaluskan tadi. Selanjutnya panaskan di atas kompor sambil di aduk.

Ø  Langkah 3 yaitu ceplokkan boh itek satu persatu ke dalam kuali, masukkan daun temurui, kunyit, serai, daun jeruk, dan di aduk aduk sampai matang. Selanjutnya tambahkan garam, dan diamkan sebentar. Matikan kompor, angkat dan sajikan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BIOGRAFI PENULIS

Erlawana, lahir di Banda Aceh pada tanggal 10 November 1970, adalah seorang pendidik dan penulis yang memiliki dedikasi tinggi dalam dunia pendidikan. Perjalanan pendidikannya dimulai dari SD Negeri 3 Lampahan, Kabupaten Aceh Tengah, dilanjutkan ke SMP
Negeri Darussalam dan SMA Negeri Darussalam. Beliau kemudian melanjutkan pendidikan tinggi pada program strata satu (S1) di Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan (FKIP) Kimia di Universitas Syiah Kuala. Tidak berhenti di situ, Erlawana menyelesaikan strata dua (S2) dalam bidang Manajemen Administrasi Pendidikan
di universitas yang sama dan meraih gelar strata tiga (S3) pada Pendidikan Agama Islam  Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh. Saat ini, Erlawana bertugas sebagai Kepala Sekolah di SMA Negeri 7 Banda Aceh, di mana ia terus berkontribusi pada kemajuan pendidikan. Di luar tugasnya sebagai pendidik, Erlawana juga aktif dalam berbagai organisasi, termasuk MKKS, AKSI, PDBI, Darma Wanita, PGRI, dan PERSIT.
Sejak kecil, Erlawana memiliki minat besar terhadap dunia memasak, khususnya masakan Nusantara, dengan fokus pada masakan khas Aceh. Hobi ini berkembang menjadi salah satu passion utamanya, yang didukung oleh keinginan untuk melestarikan dan memperkenalkan keanekaragaman kuliner Nusantara kepada masyarakat luas. Dengan ketekunan dan motivasi tinggi untuk terus belajar dan berkarya, Erlawana berhasil menerbitkan buku resep masakan Nusantara, yang secara khusus menampilkan kekayaan cita rasa kuliner dari daerah di Aceh. Buku ini tidak hanya menjadi panduan memasak, tetapi juga bentuk dedikasinya dalam mempromosikan warisan budaya kuliner Nusantara. Karya ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan masakan tradisional Indonesia, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa pendidikan dan hobi dapat berjalan beriringan menghasilkan kontribusi positif bagi masyarakat.

 

SAMBAI GUNUNG REULOH

Bahannya:

·       Kelapa pateun

·       Bawang merah

·       Cabe rawet

·       Asam sunti secukupnya

·       Serei

·       Daun jeruk

Cara Membuatnya:

1.     Cabe rawet, bawang merah  dan sunti di ulek dengan ulek-ulek. Setelah agak halus campurkan dengan kelapa yang sudah di parut

2.     Kemudian tambahkan serei dan daun jeruk yang sudah dirajang.

3.     Aduk rata, siap dihidangkan. Enak dimakan dengan nasi panas panas.

 

By: Syarfati

BEULACAN PIDIE (BEULACAN U)

Bahan:

·       10 batang serei dipotong tipis-tipis (boleh dihaluskan)

·       50 lembar daun jeruk muda dipotong tipis-tipis (boleh dihaluskan)

·       Daun Kari (teumuerui) secukupnya

·       5 buah kelapa diparut atau dikukur dan dihaluskan sesuai selera

·       Daun Daun pisang untuk membungkus

·       Terasi 150gr

§  (boleh pakai teri kering atau ikan asin dibersihkan lalu di gongseng sesuai selera)

·       Minyak goreng secukupnya

·       5 sendok makan gula putih

·       Garam secukupnya

 

Bumbu yang dihaluskan

·         250 bawang merah

·         1 bulat (15 siung) bawang putih

·         150 gr  caberawit

·         1 genggam sunti

·         1 sdm ketumbar

·         2 sdm bubuk kunyit atau 1 jari kunyit hidup

 

Caranya:

1.     Panaskan minyak goreng diapi sedang lalu masukkan semua bumbu halus sambil diaduk rata

2.     Tambahkan daun daun jeruk, serei, dan dalun kari sambil diaduk rata

3.     Tambahkan kelapa yang sudah digiling kasar atau halus lalu aduk rata, jangan lupa koreksi rasa boleh tambah kaldu jamur atau royco menurut selera, jangan lupa diaduk rata

4.     Selanjutnya dibungkus dengan daun pisang sesuai selera dan dipangang diapi kecil hingga harum.

 

Catatan; sunti dibuat dari belimbing wuluh yang di jemur dan balur dengan garam lalu dijemur selama 3 hari sampai kering.

 

Profil Penulis

Penulis bernama Nizariah kepala SMA Negeri 1 Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar

 

 

 

 

ISALA (INAMBAI SAWI LAOT LHOKNGA)

 

 

Bahan-bahan:

1. Bahan yang di rajang                               2. Bahan yang dihaluskan

- Sawi laut                                                         -  Cabai rawit          

- Daun jeruk purut                                             - Bawang Merah                                         

- Sere                                                                 - Garam                                           

- Belimbing wuluh                                             - Kelapa parut atau Kelapa gonseng

-  Cabai hijau

 

Cara pembuatan :

Semua bahan-bahan yang sudah dirajang tipis-tipis dicampur dan diaduk sampai tercampur

hingga rata.

BIOGRAFI PENULIS

Eka Sari Dewi, S.Si., M.Pd menjabat sebagai Kepala SMAN 1 Lhoknga sejak 2020- sekarang. Merupakan Putri kelahiran Lhoknga Kabupaten Aceh Besar Tahun 1980 dan pernah menempuh penddikan di SMAN 1 Lhoknga. ISALA (Inambai Sawi Laut Lhoknga) sebuah Akronim yang dicetuskan oleh SMAN 1 Lhoknga untuk memperkenalkan tanaman lokal setempat. ISALA tersebut merupakan Jenis olahan tanaman Lokal yang tumbuh  liar di sekitar pantai Lhoknga. Bagi masyarakat lokal tumbuhan sawi laut ini sering diolah sebagai sayuran pendamping yang sering ditemui pada acara khusus seperti kenduri orang meninggal, maulid bahkan perkawinan. Karena kekhasan dari cita rasa olahan sawi laut ini membuat olahan sawi ini menjadi idola bagi warga lokal bahkan tamu undangan pada setiap acara.

 

BELACAN UE KHAS BIREUN

Bahan:  

·       1 buah kelapa yang belum terlalu tua di parut

·       1 ons ikan asin di reng

·       20 biji cabe rawit (sesuai selera)

·       3 siung bawang putih

·       7 siung bawang merah

·       1 ruas kunyit

·       1 sdm ketumbar

·       4 buah asam Sunti( belimbing sayur)

 Bahan 2

·         2 tangkai daun temurui

·         2 batang serai di geprek

·         1 ons rimbang

·         7 lembar daun jeruk purut muda di rajang halus

·         7 buah cabe hijau di potong dadu

 

Cara Membuatnya:

1. Semua bahan 1 di haluskan

2. Panaskan sedikit minyak tumis semua bahan 1 aduk sampai rata tunggu sampai mendidih beri sedikit air,

3. kemudian masukkan bahan 2 aduk kembali hingga tercapur rata,tambahkan garam, masak hingga belacan matang.

 

PROFIL PENULIS

Penulis lahir di kabupaten Bireuen pada tahun 1971 dan  menikah pada 1994 di karuniai 3 orang anak. Menikah dengan pria yang beda daerah namun belacan  salah satu menu yang di sukai suami dan anak2. Belacan merupakan salah satu masakan khas di Kabupaten Bireun, belacan juga merupakan menu yang selalu di sajikan di saat  kenduri orang yang meninggal dunia selama enam hari berturut-turut,sebagai pendampingan  menu yang lain, belacan juga menu yang sangat mudah untuk buat,gampang di cari bahannya namun rasa nya sangat enak,belacan biasanya di sajikan bersama sayur bening,maupun kuah lemak di tambah ikan asin untuk menambah selera.

 

 

 

PHEP MULING PAKAI UDANG DAN KERUPUK KULIT

Bahan:

·       100 gr kacang panjang

·       100 gr daun melinjo

·       100 gr buah melinjo

·       100 gr nangka muda

·       200 gr udang  kecil-kecil

·       1 liter santan kelapa

·       200 gr plik ue

·       2 siung bawang merah

·       1 siung Bawang putih

·       2 baatang sereh (geprek)

·       1 batang kecombrang (potong kecil-kecil)

·       5 lembar daun jeruk purut (rajang halus)

·       2 batang daun temerui (daun kari)

·       5 buah cabe hijau (potong-potong)

Tambahan jika diperlukan

Ø  Cue (direndam semalam dalam wadah berisi air, biar bersih)

     keesokan hari  potong ujungnya agar mudah keluar saat dihisap 

     untuk dimakan

Ø  Kulit sapi (kukut) di goreng

Bumbu yang dihaluskan:

·       5 siung bawang merah

·       1 siung bawang putih

·       10 buah cabe rawit

·       ½ sdt ketumbar

·       1 ruas jahe

·       1 ruas kunyit

·       6 buah asam sunti

·       Garam secukupnya

Cara Menbuatnya:

·       Rebus nangka muda dan tiriskan

·       Semua sayur dipotong ukuran sedang

·       Pliek ue di gongseng dan sedu dengan air panas lalu haluskan

·       Haluskan bumbu yang lain dengan blender

·   Masukkan nangka yang sudang di rebud dan semua sayuran serta bumbu yang sudang dirajang juga udang dalam kuali tanah (belanga), lalu tambahkan bumbu yang sudah dihaluskan  kemudian  aduk rata dan tambahkan cue,  kulit sapi serta  santan encer masak dengan api sedang, kemudian tambahkan garam secukupnya.

·       Terakhir tambahkan santan kental sesuai selera. Rasa kembali jika suda pas matikan api, boleh dihidangkan.

 

 

 

Biografi Penulis

 

Penulis bernama Ulfa Aini, S.Pd., M.Pd lahir di Aceh Besar, 2 Juni 1981. Ulfa merupakan anak ke dua dari tiga bersaudara, beralamat di Jl.  Banda Aceh – Medan Km 33,5 Gampoeng Lamtui Kecamatan Kuta Cotglie Aceh Besar. Beliau merupakan seorang kepala sekolah, sejak tahun 2016 s.d 2020  di SMA Negeri 1 Kuta Cotglie, kemudian tahun 2020 s.d sekarang di  SMA Negeri 1  Kota Jantho.

 

 

KUAH PLIEK UE DENGON CHUE

Bahan:

·       100 gr kacang panjang

·       100 gr daun melinjo

·       100 gr buah melinjo

·       100 gr nangka muda

·       200 gr udang  kecil-kecil

·       1 liter santan kelapa

·       200 gr plik ue

·       2 siung bawang merah

·       1 siung Bawang putih

·       2 batang sereh (geprek)

·       1 batang bungoeng kala/kecombrang (potong kecil-kecil)

·       5 lembar daun jeruk purut (rajang halus)

·       2 batang daun temurui/daun kari

·       5 buah cabe hijau (potong-potong)

Tambahan jika diperlukan

Ø  Cue (direndam semalam dalam wadah berisi air, biar bersih) keesokan hari  potong ujungnya agar mudah keluar saat dihisap untuk dimakan

 

Bumbu yang dihaluskan:

·       5 siung bawang merah

·       1 siung bawang putih

·       5 cabe merah

·       10 buah cabe rawit

·       ½ sdt ketumbar

·       1 ruas jahe

·       1 ruas kunyit

·       6 buah asam sunti

·       Garam secukupnya

Cara Menbuatnya:

·       Rebus nangka muda dan tiriskan

·       Semua sayur dipotong ukuran sedang

·       Pliek ue di gongseng dan sedu dengan air panas lalu haluskan

·       Haluskan bumbu yang lain dengan blender

·       Masukkan nangka yang sudang di rebus dan semua sayuran serta bumbu yang sudah dirajang juga udang dalam wajan, lalu tambahkan bumbu yang sudah dihaluskan  kemudian  aduk rata dan tambahkan cue,   serta  santan encer masak dengan api sedang, kemudian tambahkan garam secukupnya.

·       Terakhir tambahkan santan kental sesuai selera. Rasa kembali jika sudah pas matikan api, boleh dihidangkan.

 

 

By: Sitti Hasnidar

 

                                                             SAMBAI (URAP ACEH)

 

Bahan :

·       ½ butir kelapa agak muda

·       200 gr daun pegagan

·       1 batang daun bawang

·       75 gr kacang panjang

·       100 gr daun beluntas

·       4 butir bawang merah

·       3 buah cabai merah

·       1 butir jeruk nipis, ambil airnya

Haluskan:

·       7 buah cabai rawit merah

·       1 ½ sdm ebi, seduh dengan air panas

·       1 sdt gula pasir

·       Garam secukupnya

Cara Membuatnya :

1.     Parut kelapa memanjang, lalu sangrai dengan api kecil hingga kecoklata, sisihkan.

2.     Iris halus daun pegagan, daun bawang, kacang panjang, daun beluntas, bawang merah, dan cabai merah.campur bersama kelapa  sangrai dan bumbu yang dihaluskan. Aduk rata.

3.     Beri air jeruk nipis. Aduk kembali sampai benar-benar rata

 

By: Sitti Hasnidar

 

 

KUAH DALICA

Bahan :

·       Udang 500 Gram

·       Kentang 250 Gram Terong Ungu 2 Buah

·       Kacang Panjang 250 Gram

·       Mangga 1 Buah

·       Cabe Hijau 4 Buah

Bahan Tumisan :

·       Mentega 2 Sdm

·       Minyak Goreng 3 Sdm  

·       Kayu Manis 1 Ruas Jari

·       Cengkeh 5 Butir

·       Kapulaga 5 Butir

·       Daun Pandan 1 Lembar

·       Daun Kari 1 Lembar

·       Bawang Bombay ½ Bulat

·       Bawang Putih 4 Siung diiris tipis

Bahan Halus :

·       Bawang Merah 8 Siung

·       Bawang Putih 3 Siung

·       Cabe Merah 10 Buah

·       Cabe Kering 1 Sdm

·       Ketumbar sangrai 1 Sdm

·       Jintan 1 Sdt

·       Adas 1 Sdt

·       Biji Pala ½ Bulat

·       Santan 1 Butir Kelapa

·       Kelapa Gongseng 2 Sdm

·       Merica dan Garam secukupnya

Cara Membuat :

1.     Bersihkan udang dan marinasi

2.     Bersihkan sayuran dan potong dengan ukuran yang sama

3.     Tumis dengan minyak panas bawang, cabe kering, bawang bombay, bawang putih iris, kayu manis, kapulaga, cengkeh, daun pandan dan daun kari sampai harum

4.     Setelah harum, masukkan bumbu yang sudah dihaluskan, udang, sayuran, tunggu meresap

5.     Lalu terakhir masukkan santan dan kelapa gongseng, dimasak sampai sayur matang

6.     Koreksi rasa sesuai yang diinginkan

 

 

 

 

 

 

 


By: Sufriani

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANYANG BUNGONG PETEK

Bahan:

·       200 gr bungan pepaya

·       2 siung bawang merah

·       1 siung Bawang putih

·       2 batang sereh (rajang halus)

·       3 lembar daun jeruk purut (rajang halus)

·       5 buah cabe rawit

·       4 buah asam sunti

·       2 sdm kelapa gongseng

·       Garam secukupnya

 

Cara Menbuatnya:

1.     Bersihkan bunga kates dari batangnya lalu rebus denga air dan daun ubi/singkong tuk menghilangkan rasa pahitnya hingga matang dan tiriskan

2.     Haluskan cabe rawit dan asam sunti dengan menggunakan cobek, tabahkan rajangan bawang merah ulek hingga bercampur rata, tambahkan garam secukupnya.

3.     Masukkan bunga pepaya kedalm bumbu aduk kembali , rasa kembali jika sudah pas  boleh dihidangkan.

By: Sitti Hasnidar

ANYANG OEUN PAKU

 

Bahan:

·           3 ikat daun pakis (oen paku)

·           ½ kepala parut sangrai (kelapa gongseng)

·           Rebung kala (bunga kecombrang)

·           3 siun bawang putih

·           9 siung bawang merah (iris)

·           5 buah cabe rawit (sesuai selera)

·           Jeruk nipis/belimbung wuluh

·           Garam secukupnya

Cara Membuatnya:

1.        Daun pakis di bersihkan dan dahannya, cuci dengan air dan tiriskan kemudian kukus

2.        Masak air dalam panci ketika sudah mendidih masukan bunga pepaya rebus

3.        Rajang halus bawang merah bunga kala, daun jeruk purut dan sere

4.        Rajang kasar bawang merah

5.        Ulek cabe rawit dan sunti kemudian tambahkan kelapa gongseng dan ulek lagi dan tambahkan rajangan bawang merah ulek sedkit lagi  lalu tambahkan garam.

6.        Masukan  daun pakis dan rebusan bunga pepaya serta rajangan dalam cobek aduk rata, dan boleh dirasa serta siap untuk disajikan

By: Sitti Hasnidar

PISANG EMAS MUDA

Bahan :

·       1 sisir pisang emas yang masih muda

·        ½ jeruk nipis

·       garam secukupnya

·       10 bh cabe merah

·        5 bh cabe rawit

·        2 siung bawang putih

·        5 siung bawang merah

·        jahe sedikit

·       1 sdk ketumbar bubuk

·       sedikit kunyit bubuk

·       1 batang serai

·        3 lembar daun jeruk purut

·       santan dari 1 butir kelapa yang tua

Cara Membuat:

1.     sediakan air dalam baskom kecil,masukkan 1 sendok garam ke dalam air

2.     lalu ambil pisang emas muda tadi, kulitnya dikupas satu persatu, lalu dipotong memanjang (di belah dua),jangan potong serong takut waktu dimasak pecah, masukkan kedalam baskom kecil tadi,yang berisi larutan garam,lalu dicuci bersih.

3.     Peras jeruk nipis setengah saja dicampur dengan sedikit garam lalu di aduk dengan pisang emas muda tadi,yang sudah di cuci bersih,pisahkan.

4.     kemuadian haluskan cabe merah, cabe rawit,bawang merah,bawang putih,dan sedikit jahe.lalu masukkan ke dalam pisang yang sudah di garami dgn air jeruk tadi,diaduk merata

5.     lalu masukkan ketumbar bubuk tadi dan sedikit kunyit, diaduk lagi

6.     lalu masuk batang serai dan daun jeruk purut

7.     terakhir  masukkan santan

8.     Masak dengan api sedang, boleh tambah Royco sedikit kalau suka,lalu dimasak sampai mendidih

9.     matikan api kompor,lalu siap untuk disajikan ke dalam mangkok.


Profil Penulis

Novariana lahir di Aceh Barat Daya, 29 Januari 1975. Ia mulai menuntut ilmu dari sekolah dasar di kampungnya, SDN Kampung Pinang Aceh Barat Daya, lulus tahun 1987, lanjut ke SMPN 2 Susoh Aceh Barat Daya lulus tahun 1990, kemudian melanjutkan di SMAN Susoh Aceh Barat Daya lulus   tahun 1993. Selepas SMA Nova melanjutkan ke Universitas Syiah Kuala FKIP Kimia lulus tahun 2000. Setelah menyelesaikan kuliah Nova mengajar di SMA Methodist Banda Aceh dari tahun 2000 – 2010. Kemudian  pindah tugas ke SMAN 1 Banda Aceh dari tahun 2005 – 2009. Pindah tugas lagi ke SMAS Cut Meutia tahun 2009 – 2022. Setelah itu melanjutkan pendidikan Pascasarjana di Universitas Syiah Kuala Program Studi Administrasi Pendidikan, lulus tahun 2024. Sekarang bertugas sebagai guru di SMAN 4 Banda Aceh.

 

GULAI JRUEK

(Gulai Udang dan Sayuran)

Bahan :

·       200 gr udang segar, kupas kulitnya dan haluskan

·       8 butir  bawang merah

·       4 siung bawang putih

·       1 sdt ketumbar sangrai

·       ½ sdt lada butir

·       ½ sdt adas manis

·       7 buah cabai merah keriting

·       2 cabai merah besar

·       2 sdm poyak (ue lhe)

·       300 ml air

·       4 buah asam sunti

·       3 cm kayu manis

·       2 batang serai, memarkan

·       1 genggam daun kari/temurui/salam Koja

·       400 ml santan kental

·       ¼ buah nanas, potong-potong

·       ¼ jantung pisang, potong-potong

·       100 gr rebung

·       100 gr nangka muda, rebus

·       4 buah belimbing wuluh, belah dua

·       3 buah cabai hijau, belah dua

·       4 buah cabe merah, belah dua

·       100 gr kacang panjang, potong-potong

Cara Membuatnya :

1.     Campur udang dengan bumbu halus, beri air, asam sunti, kaju manis, serai, daun kari

2.     Masak sampai harum dan udang setengah masak.

3.     Tambahkan santan kental.

4.     Masukan nanas, jantung pisang, rebung, nangka muda, belimbing wuluh, cabai hijau, cabai merah dan kacang panjang

5.     Masak sampai sayuran matang dan kuah kental. Angkat

(untuk 4 orang)

 

By: Sufriani

 

PACRI NANAS

 

Bahan :

·       1 ½ buah nenas

·       3 sdm minyak untuk menumis

·       5 buah cabai merah besar, buang bijinya, potong-potong

·       5 cm kayu manis

·       2 buah bunga pekak/lawang

·       500 ml santan encer

·       100 gram gula pasir

·       1 sdt cuka

·       Garam secukupnya

Cara Membuatnya :

1.     Kupas nanas, lalu potong besar-besar. Diamkan selama 15 menit. Tiriskan dan sisihkan

2.     Panaskan minyak, tumis cabai merah, kayu manis, bunga pekak/lawang, sampai harum.

3.     Masukkan nanas, lalu terus tumis sampai harum.

4.     Beri santan cair, gula pasir, cuka, dan garam.

5.     Masak sampai santan berkurang. Angkat.

6.     Untuk 4-5 orang

 


By: SuFriani

 

Kue Aceh

 

RUTIE SEUOP

 

Bahan:

·       14 lembar roti bntal(disuir-suir)

·       7 telur pecahkan di mangkok semua

·       1 mangkok gula (seukuran telur dlm mangkok)

·       1 mangkok Santan Maizena

·       2 sdm Kurma

·       daun pandan  utk toping 

Cara Membuatnya :

1.     Suir-suir roti dan susun di loyang,

2.     Telur, gula dan santan dikocok lepas, jika semua sudah bercapur rata tuangkan  adonan ke dalam loyang yang berisi roti.

3.     Kemudian kukus hingga 25 menit. Setelah itu periksa adonan dengan mencolok  lidi/tusuk gigi, bila tidak lengket, berarti kuenya sudah masak dan boleh dimatikan api dan bisa diangkat, dan  bila sudah dingin sudah bisa dihidangkan 

“Selamat mencoba”

 

Biografi Penulis

Penulis dilahirkan di Kota Medan. Deli serdang dibesarkan di Sibreh A.Besar. Sie Itek Masak puteh adalah salah satu masakan Khas Pidie. Masakan ini resep turun temurun dari Nyak Syik,Wanita kelahiran 1980 ini memiliki 3 orang Anak yang sangat menyukai masakan khas Pidie yang satu ini yaitu “Sie Itek Masak Puteh” Ketiga anak nya dan juga suami nya menyukai masakan sie Itek masak puteh. Di rumah tidak pernah putus bahan untuk masak favorit anak-anak, jadi gak pake susah deh. Begitu juga dengan “Rutie Suop”. Sejak kecil hingga sebelum nikah sletiap bulan Ramadhan (puasa) pasti ada rutie sueop salah satu menu berbuka.

RUTI TEEU SUEOP

Bahan :

 

·     Roti Tawar Potong 5

·     Lembar Santan Cair 350 ml

·     Telur Ayam 3 Butir

·     Gula Pasir 100 Gram

·     Vanilla 1 Sendok Teh

·     Butter 50 Gram

Kismis 50 Gram

 

Cara Membuat :

1.     Panaskan oven 170 derajat celcius

2.     Siapkan pinggan tahan panas, oleh tipis dengan margarin, sisihkan

3.     Campur santan cair, telur, gula pasir, vanilla dan lelehan butter

4.     Aduk menggunakan whisker hingga semua tercampur rata

5.     Tata potongan roti tawar di pinggan, masukkan bahan yang sudah di whisker tadi, lalu taburi kismis diatasnya

6.     Masukkan ke oven yang sudah dipanaskan

 

 

By_Sufriani, S.Pd

 

APAM PIDIE

Bahan :

·       250 gr tepung beras

·       250 gr gula pasir

·       ½ sdt garam

·       ¼ sdt baking powder

·       ¼ sdt vanili

·       200 ml santan

·       2 butir telur ayam

·       ½ sdt minyak goreng

Bahan  Isian:

·       100 gr kacang hijau kupas, rendam selama 2 jam

·       100 gr gula pasir

·       ¼ sdt garam

·       ¼ sdt vanili

 

Cara Membuatnya :

1.     Membuat isian: kukus kacang hijau selama 20 menit. Haluskan kacang hijau dengan cara di blender atau diulek. Campur dengan gula pasir, garam, vanili. Aduk rata.

2.     Membuat adonan: campur tepung beras, gula pasir, garam, baking powder, dan vanili. Aduk rata.

3.     Menambahkan santan dan telur: tambahkan santan dan telur ke dalam adonan. Aduk rata hingga tidak ada gumpalan

4.     Membentuk adonan: tuang adonan ke dalam cetakan apam atau cetakan kue lainnya.

5.     Menambah  Isian: letakkan isian kacang hijau di tengah adonan.

6.     Mengukus: kukus adonan selama 215-20 menit atau hingga matang

7.     Menyajikan: angkat dan sajikan teut apam Pidie.

Tips :

·       Pastikan adonan tidak terlalu  kental atau encer.

·       Gunakan cetakan yang sesuai untuk mendapatkan bentuk yang rapi.

·       Jangan lupa untuk mengolesi cetakan dengan minyak goreng sebelum menuang adonan.

 

 

 

By: Sufriani

 

ROTI  JALA KARI AYAM

Bahan :

·       2 butir telur ayam, kocok

·       400 gr tepung terigu protein sedang

·       500 ml air

·       3 sdm margarin, lelehkan

Cara membuatnya :

1.     Kocok telur sampai kuning dan putihnyaa tercampur rata.

2.     Beri tepung terigu dan tuang air. Aduk sampai adonan licin dan tidak ada tepung yang menggumpai. Beri margarin leleh. Aduk rata

3.     Masukkan adonan ke dalam plastik segitiga. Guntung ujungnya, lalu semprotkan secara acak hingga membentuk jala, ke atas wajan dadar panas.

4.     Biarkan sampai matang, lalu angkat

5.     Lipat roti jala menyerupai amplop.

6.     Sajikan dengan kari ayam.  (untuk 4 orang)

Tip: margarin bisa digantikan dengan minyak samin bila suka aromanya.

 

Kari Ayam

Bahan :

·       ½ ekor ayam

·       50 ml air asam jawa

·       400 ml santan sedang

·       3 sdm minyak samin/margarin

·       1 butir bawang bombay, iris bulat

·       4 siung bawang putih, iris tipis

·       3 cm kayu manis

·       5 butir kapulaga

·       10 butir cengkeh

·       1 buah bungapekak/lawang

·       2 batang sere, memarkan

·       1 helai daun pandan

Haluskan:

·       1 sdt ketumbar saangrai

·       ½ sdt merica butir1/2 sdt jinten1/2 sdt adas3 cm jahe

·       4 buah cabai meraah besar

·       4 butir kemiri

Cara Membuatnya :

1.     Bersihkan ayam, lalu potong-potong menurut selera, lumuri ayam dengan air asam jawa. Sisihkan.

2.     Panaskan minyak saamin/margarin

3.     Tumis bawang bombay dan bawang putih sampai harum dan layu. Beri kayu manis, kapulaga, cengkih, bunga pekak/lawang, sere, daun pandan.

4.     Tambahkan bumbu yang dihaluskan, tumis sampai harum.

5.     Masukkan daging ayam, aduk sampai daging ayam kaku.

6.     Beri santan, lalu masak sampai ayam matang dan kuah kental. Angkat 

 

By: Sufriani

 

 

THIMPHAN

 

Bahan :

·       5 butir telur ayam, kocok leas

·       250 gr gula pasir

·       50 gr tepung terigu

·       300 ml santan kental

·       1 lembar daun pandan, sobek-sobek

·       ½ sdt garam

·       100 gr nangka matang, potong-potong

·       5 buah pisang raja matang

·       400 gr tepung ketan

·       ½ sdt garam

·       250 ml santan sedang

·       Minyak goreng untuk mengoles daun pisang

·       Daun pisang muda untuk pembungkus

Cara Membuatnya :

Isi:

1.     Kocok telur ayam dengan gula pasir sampai gula hancur

2.     Masukkan terigu dan santan secara bergantian sambil terus dikocok

3.     Masukkan daun pandan dan garam

4.     Masak sambil terus diaduk sampai kental.

5.     Angkat dan sisihkan

Adonan :

6.     Haluskan pisang raja, lalu campurkan dengan tepung ketan dan garam

7.     Aduk adonan dengan tangan sambil dituangi santan

8.     Uli sampai adonan bisa dibentuk

9.     Ambil selembar daun pisang muda

10.  Olesi dengan minyak, beri 1 sdm adonan pisang pipihkan

11.  Lalu beri 1 sdt bahan isi

12.  Letakkan irisan nangka di atasnya

13.  Lipat daun pisang

14.  Lalu kukus selama 30 menit. Angkat

15.  Untuk 25 bungkus

By: Sufriani

BINGKANG

Bahan :

·       5 butir telur bebek

·       225 gr gula pasir

·       500 ml santan kental

·       275 gr tepung terigu

·       3 sdm margarin, cairkan

·       ½ sdt vaanili

·       ½ sdt garam

Cara Membuatnya :

1.     Kocok telur bebek dengan gula pasir sampai mengembang

2.     Matikan mixer lalu tuangkan santan sambil terus diaduk

3.     Beri tepung terigu sedikit demi sedikit

4.     Masukkan margarin cair

5.     Aduk rata.

6.     Tuangkan ke dalam loyang yang telah diolesi dengan margarin

7.     Panggang dalam oven sampai matang dan kue padat

8.     Untuk 15 potong

Tip:

Kue bingkang bisa juga dibuat dengan menggunakan telur ayam, namun hasilnya tidak kuning dan sedikit keras.

By: Sufriani

MARTABAK ACEH

Bahan :

·       3 butir telur ayam, kocok lepas

·       250 gr tepung terig

·       300 ml air

·       50 gr margarin, cairkan

 

ISI:

·       1 sdm margarin untuk menumis

·       1 btir bawang bombay, iris tipis

·       3 siung bawang putih, cincang halus

·       150 gr udang basah, kupas cincang kasar

·       150 gr daging ayam rebus, potong kecil-kecil

·       1 tangkai daun bawang, iris tipis

·       1 tangkai seledri, iris tipis

·       100 ml air

·       ¼ sdt penyedap (bila suka)

·       Garam secukupnya

Cara Membuatnya;

Kulit dadar:

1.     Campur telur ayam dengan tepung terigu dan air

2.     Aduk sampai menjadi adonan yang halus dan licin

3.     Beri margarin cair, lalu aduk rata

4.     Panaskan wajan dadar, buat dadar dengan diameter 20 cm. sisihkan

Isian:

5.     Panaskan maragarin, tumis bawang bombay dan bawang putih sampai layu dan harum

6.     Masukkan berturut-turut udang cincang, ayam rebus, daun bawang, seledri, air, garam dan penyedap

7.     Aduk rata. Masak sampai air surut. Angkat

Padukan keduanya:

8.     Ambil selembar dadar

9.     Beri 2 sdm isian.

10.  Gulung, lalu lipat kedua ujungnya.

11.  Untuk 15 buah

 

By: Sitti Hasnidar


LEPAT GAYO

 

Bahan :                                                                  

·     Tepung Beras 500 Gr

·     Gula arennya  250 Gr

·     Kelapa parut 2 buah

·     Gula aren 250 Gr

·     Gula putih 150 Gr

·     Garam secukupnya

·     Daun Pandan Secukupnya

·     Daun Pisang yang di layu dengan api secukupnya

·     Minyak Goreng secukupnya

                           

Cara Membuatnya:

Pembuatan Inti Kelapa

1.     Masak / Sangral Gula Putih dan Gula Aren (Gula Merah) sampai mendidih kemudian tambah sedikit Air dan garam secukup nya

2.     Masukan Kelapa yang sudah disediakan di aduk-aduk hinga meresap semua gula dan merata.

Pembuatan Tepung Lepat Gayo

1.       Masak Gula Aren dan gula putih lalu tambahkan air sedikit hingga mendidih

2.       Dingin kan air gula yang sudah siap di masak

3.       Ambil tepung ketan yang sudah disediakan kemudian aduk perlahan di tambah dengan air gula  yang sudah didinginkan dan diaduk sampai kalis

Setelah tersedia Inti kelapa dan tepung ketan yang sudah di ramu menjadi kecoklatan, kemudian ambil daun pisang yang sudah di sediakan, olesi minyak goreng di atas daun agar tepung nanti nya tidak lengket, bentuk tepung ketan di atas daun pisang kemudian berikan inti kelapa di tengahnya dan bentuk Lepat Gayo sesuai ukuran khas nya sampai selesai kemudian susun di kukusan dan di rebus selama 30 menit agar tepung ketas benar-benar matang di dalam nya.

                  

           By: Henny

 

GUTEL KEMUL

Bahan :

·       Tepung Beras 500 Gr                                                

·       Kelapa Parut Putihnya saja 2 Buah

·       Gula Pasir 250 Gr

·       Garam secukupnya

·       Daun pandan secukupnya

 

Cara Pembuatan:

1.     Aduk semua bahan Tepung beras, kelapa gula pasir, garam sampai merata

2.     Setelah diaduk rata kemudian di genggam (Kemul) sesuai selera kemudian dililitkan dengan daun pandan yang sudah di sediakan sampai selesai

3.     Kemudian di Kukus selama 45 Menit

                                             

By: Henny

DIMSUM IKAT SEHAT

 

Bahan :

·       Kulit dimsum

·       500 gr ikan parang giling

·       500 gr udang giling

·       1 siung bawang bombay iris

·       4 siung bawang putih iris

·       Merica (secukupnya)

·       2 buah daun bawang

·       2 sdm saus tiram

·       Garam secukupnya

·       2 buah wortel parut1 butir telur

·       2 sdm tapioka

Cara membuatnya :

1.     Campurkan semua bahan (ikan parang giling, udang giling, bawang bombay iris, bawang putih iris, daun bawang, wortel parut, dan telur) dengan bahan bumbu (merica, saus tiram, garam, kecapikan, dan tapioka secukupnya) hingga teraduk rata,

2.     Sisihkan sedikit wortel untuk taburan

3.     Isi kulit dimsum dengan campuran bahan tadi

4.     Kukus hingga kurang lebih 30 menit, alasi tutup kukusan dengan kain bersih

5.     Hidangkan dengan saus sambal atau sesuai selera.

By: Sufriani


IE BOEH TIMON

(Air Timun Parut)

Bahan :

·       8 buah mentimun

·       1 ½ liter air matang

·       300 gr gula pasir

·       ¼ sdt gula pasir

·       ¼ sdt garam

·       3 buah  jeruk nipis, ambil airnya

·       Es batu

·       Biji Selasih (opsional)

Cara Membuatnya :

1.     Belah mentimun, lalu keruk daging buahnya, sisihkan

2.     Rendam Biji selasih

3.     Didihkan air dan gula pasir, sampai gula larut. Angkat lalu saring

4.     Dinginkan

5.     Tempatkan daging buah mentimun dan biji selasih ke dalam gelas. Siram dengan air gula. Beri air jeruk nipis/potongan jeruk nipis

6.     Letakkan es batu ke atasnya. (untuk 4 orang)

By: Sitti Hasnidar

 

                                                             DAWET IKAN LELE

 Bahan :

·       250 gr ikan lele kukus

·       150 gr tepung tapioka

·       400 ml air panas

·       4 sdm sari pandan

·       Garam secukupnya

Bahan Kuah :

·        250 gr gula merah

·       150 ml santan

·       1 lembar daun pandan

·       Garam secukupnya

Cara membuatnya :

1.     Masukan semua bahan ke dalam panci,

aduk rata hingga mengental

2.     Sediakan air es, lalu tuang adonan ke dalam saring yang berlubang,

lalu digoyangkan sampai adonan panjang berbentuk cendol

3.     Kuah : panaskan air lalu tambahkan gula merah sampai larut,

masukan santan, pandan, dan garam. Masak hingga matang dan saring.

4.     Dawet siap disajikan.

 

By: Sufriani

 

                                                PUNCH CUMI SEMANGKA JERUK

 

Bahan :

·       250 gr semangka

·       100 gr cumi (rebus)

·       1 buah jeruk

·       250 ml air soda

·       50 gr selasih

·       3 lembar daun mint

Cara Membuatnya :

1.     Blander semangka lalu saring, lalu masak dengan jelly powder aduk sampai mendidih lalu tuang ke cetakan bentuk bulat-bulat dan diamkan

2.     Rebus cumi potong dadu. Angkat dan tiriskan

3.     Masukan jelly semangka, jus jeruk, selasih, cumi dan daun mint lalu tuangkan air soda.

4.     Siap disajikan.

 

By: Sufriani

 

                                                CAKE NENAS IKAN KEMBUNG
                                                            SAUS SERIKAYA

 

Bahan :

·       250 gr ikan kembung (kukus)

·       400 gr ubi (parut)

·       1 buah nenas (parut halus)

·       50 gr tepung tapioka

·       ½ bungkus santan kara

·       100 gr gula

·       ½ sdt garam

·       50 gr sukade

·       100 gr saus srikaya

Cara Membuatnya :

1.     Kukus ikan hingga matang ambil dagingnya

2.     Suir ikan kembung masukan ananas, ubi parut, tepung maizna, santan, gula, garam dan sukade, aduk rata

3.     Masukkan ke dalam cetakan. Kukus selama 30 menit hingga matang. Angkat diamkan hingga dingin

4.     Keluarkan dari cetakan. Lalu sajikan.  Berasama saus serikaya.

By: Sufriani

 

MANISAN KULANG KALENG

Bahan:

  • 1 kg kolang-kaling
  • 200 ml sirup kunia (sirop patong)
  • 2 lembar daun pandan
  • 5 lembar daun jeruk
  • Gula pasir secukupnya
  • 1 jumput garam
  • Pewarna makanan (opsional)

Cara Membuat:

  1. Cuci bersih kolang-kaling, lalu rendam dalam air cucian beras selama 2-3 jam atau rebus beberapa kali hingga lendir hilang.
  2. Didihkan air, masukkan sirup kurni (sirop patong), gula, garam, dan pewarna makanan (jika menggunakan).
  3. Masukkan kolang-kaling, kecilkan api, dan masak hingga air menyusut.
  4. Taburkan gula pasir agar mengkilap
  5. Dinginkan dan simpan di kulkas sebelum disajikan.

 

By: Anita Rahman

 

MANISAN BOEH PETEK (PEPAYA)

 

Bahan-ahan:

·       1 buah pepaya mengkal

·       4 sdm garam ditambah 1 liter air, larutkan

·       3 sdt kapur sirih ditambah 1 liter air, larutkan

·       1 kg gula pasir

Cara Membuat:

·       Kupas buah pepaya kemudian cuci sampai bersih dan belah. Bersihkan biji yang ada dalam   pepaya, lalu potong buah dengan ukuran sedang sesuai keinginan.

·       Tuang garam dan kapur sirih yang sudah dilarutkan air tadi, aduk sampai merata lalu sisihkan.

·       Masukan potongan buah pepaya dalam larutan garam dan kapur sirih. Diamkan sampai benar-benar layu lalu tiriskan.

·       Setelah itu, rendam lagi potongan buah pepaya dalam air kapur sirih kurang lebih selama 12 jam sampai benar bersih.

·       Selanjutnya, masukan pepaya ke dalam wadah, tambahkan gula pasir dan aduk sampai merata. Kemudian diamkan selama 2 jam sampai air pepaya keluar. Tiriskan dan sisihkan airnya.

·       Masak air gula bekas rendaman pepaya dengan 150 gram gula sampai mengental, angkat dan dinginkan.

·       Tuang air gula yang sudah dimasak ke pepaya, rendam selama satu malam sampai air dari pepaya keluar lagi.

·       Lakukan langkah tadi selama 2 kali sampai gula habis.

·       Manisan pepaya basah siap disajikan.

 

By: Anita Rahman

 

MIE CALUEK

 

Bahan-Bahan:

·       250 gram mie lidi

·        4 lembar kol, iris

·       1-2 sendok makan kecap manis

·       1 batang seledri, iris halus

·       1 batang daun bawang

·       garam secukupnya

·       minyak goreng secukupnya

·       1 gelas air atau secukupnya

Bumbu Halus:

·       4 butir bawang merah

·       2 siung bawang putih

·       8 butir kemiri goreng

·       5 buah cabai merah besar

·       5 buah udang kecil segar

Bahan Pelengkap:

·       kerupuk merah secukupnya

Cara Membuat Mie Caluk:

  1. Rebus mie lidi di dalam air mendidih yang sudah diberi sedikit minyak goreng agar tidak lengket. Masak sampai cukup lunak, lalu tiriskan airnya. Rendam di dalam air matang sampai airnya jernih, lalu tiriskan dan urapi minyak. Sisihkan terlebih dahulu.
  2. Panaskan minyak goreng secukupnya, lalu tumis bumbu harum hingga harum. Masukkan air dan kecap manis. Bumbui dengan garam, dan penyedap (opsional).
  3. Masukkan irisan kol terlebih dahulu, lalu aduk rata. Jika sudah cukup layu, masukkan mie. Susul dengan daun bawang dan seledri.
  4. Aduk perlahan sampai masakan menjadi mie nyemek dengan kuah kental. Cicipi rasanya dan segera angkat dari kompor jika sudah sesuai selera.

Sajikan mie caluk di piring dengan taburan kerupuk merah sebagai pelengkap.

 

By: Anita Rahman

 

MIE CALUEK BUMBU KACANG

Bahan-Bahan:

·     250 gram mie lidi

·      garam secukupnya

·     minyak goreng secukupnya

·     1 gelas air atau secukupnya

Bumbu Kacang Halus:

·     200 gram kacang tanah, goreng

·     3 siung bawang putih

·     5 buah cabai merah (sesuaikan dengan selera)

·     2 sendok makan gula merah, serut halus

·     1 sendok makan air asam jawa

·     Garam secukupnya

·     Air matang secukupnya

 

Cara Membuat Mie Caluk:

·         Rebus mie lidi di dalam air mendidih yang sudah diberi sedikit minyak goreng agar tidak lengket. Masak sampai cukup lunak, lalu tiriskan airnya. Rendam di dalam air matang sampai airnya jernih, lalu tiriskan dan urapi minyak. Sisihkan terlebih dahulu.

Cara Membuat Pasta Kacang:

·       Persiapan Kacang: Pertama-tama, goreng kacang tanah hingga kecokelatan. Pastikan kacang tidak terlalu gosong agar sambal tidak pahit. Setelah matang, angkat dan tiriskan.

·        Haluskan Bahan: Dalam cobek atau blender, masukkan kacang tanah yang sudah digoreng, bawang putih, cabai merah. Haluskan semua bahan hingga menjadi pasta yang halus. Jika menggunakan blender, tambahkan sedikit air agar lebih mudah dihaluskan.

·       Tambahkan Bumbu: Setelah semua bahan halus, masukkan gula merah, air asam jawa, dan garam. Aduk rata. Jika sambal terlalu kental, bisa menambahkan sedikit air matang hingga mencapai kekentalan yang diinginkan.

·       Cicipi dan Sesuaikan Rasa: Jangan lupa untuk mencicipi sambal kacang yang sudah jadi. Jika perlu, bisa menambahkan gula atau garam sesuai selera.

·       Sambal kacang dan mie lidi, siap disajikan!

 By: Anita Rahman


BUE PAYEH

Bahan-Bahan:

  • 1 kg Beras Ketan Putih
  • 350 gr Gula Pasir (manis sesuai selera)
  • 2 buah Kelapa (peras ambil santan yang kental)
  • 2 sachet Vanili Powder
  • Secukupnya Pisang Ayam/Wak/Raja
  • Secukupnya Daun Pandan
  • Secukupnya Garam
  • Secukupnya Daun Pisang Muda (untuk membungkus)

Cara Membuat

·       Ambil beras lalu cuci yang bersih.

·       Lalu ambil wajan, masukkan beras kedalam wajan berserta dengan santan, gula, garam, vanili powder dan daun pandan. Lalu aduk yang rata.

·       Setelah diaduk rata lalu masak campuran beras tadi dengan api sedang sampai santannya menyusut dan kering tapi tidak gosong. Aduk terus agar santannya tidak pecah.

·       Masak terus sampai matang dan santannya meresap dan kering. Jika sudah matang lalu angkat dan dinginkan.

·       Kemudian ambil daun pisang lalu potong sesuai selera ukuran payeh ruboh (bu payeh) nya. Jika sudah sisihkan.

·       Lalu ambil pisang dan kupas kulinya. Setelah dikupas kulitnya lalu belas dua pisangnya sampai putus.

·       Jika semuanya sudah sekarang saatnya membuat payeh ruboh (bu payeh) nya. Cara membuatnya sama seperti membuat timphan cuma beda bahan dan isinya saja dan payeh ruboh (bu payeh) juga tidak memerlukan minyak untuk diolesi pada daun pisang.

·       Cara membuat bu payeh yaitu pertama ambil daun pisang yang sudah dipotong-potong tadi lalu susun yang rapi diatas piring/wadah setelah itu ambil 2 sendok makan (atau lebih sesuai selera ukurannya) adonan berasnya taruh diatas daun pisang lembaran pertama lalu pipihkan. Jika sudah dipipihkan lalu taruh 1 potong pisang yang sudah dibelah tadi diatasnya lalu digulung (lakukan terus hal yang sama sampai semuanya habis).

·       Jika sudah selesai digulung semuanya langsung susun yang rapi payeh ruboh (bu payeh) nya ke dalam dandang pengukusan. Lalu kukus sampai matang kurang lebih 35 menit.

 

Jika sudah matang lalu angkat dan pindahkan ke wadah yang lain. Dan payeh ruboh (bu payeh) pun siap dinikmati.

 By: Sitti Hasnidar


MiE GORENG ACEH

Bahan-bahan:

  1. 250 gram mi kering atau mi lidi (rebus hingga matang, lalu tiriskan)
  2. 6 buah bawang merah
  3. 4 buah bawang putih
  4. 7 buah cabai merah
  5. buah cabai rawit
  6. buah tomat
  7. 1 ruas jahe
  8. 4 butir kemiri sangrai
  9. 2 butir telur kocok
  10. 1 sdm bubuk kari
  11. 3 sdm kecap manis
  12. 2 sdm kecap asin
  13. 1 cangkir air
  14. garam dan gula secukupnya
  15. kol, sawi, dan seledri iris secukupnya
  16. penyedap bubuk secukupnya
  17. minyak goreng secukupnya

Cara membuat:

  1. Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, kemiri, dan tomat.
  2. Panaskan minyak, tumis bumbu yang telah dihaluskan hingga harum. Masukkan telur, aduk-aduk sampai rata dan telur kaku.
  3. Masukkan sayur-sayuran dan air. Aduk-aduk sebentar, kemudian masukkan semua bahan kecuali mi. Aduk kembali hingga rata.
  4. Masukkan mi. Aduk kembali hingga rata dan cek rasa.
  5. Jika sudah pas, angkat, dan mi aceh sederhana siap disajikan.


By: Sitti Hasnidar

 

BUE MINYEUK

Bahan-bahan

  1. 500 gr beras
  2. 7 cm jahe (geprek dan cacah kasar)
  3. 100 gr ketumbar (haluskan)
  4. 300 ml susu full cream (me: whip cream cair krn ada sisa)
  5. 7 btg daun temurui
  6. 5 lbr daun pandan
  7. 4 btg sereh
  8. 5 bj kapulaga
  9. 5 btg cengkeh
  10. 3 cm lengkuas
  11. 100 gr bawang merah
  12. 2 bh tomat (cincang kasar, buang bijinya)
  13. 5 bh bunga lawang/pekak
  14. Secukupnya garam
  15. 100 gr mentega

Cara Membuat

1.     Siapkan semua bahan terlebih dahulu. Cuci bersih semua bahan, termasuk beras *kecuali mentega ya

2.     Tiriskan beras dr airnya. Masukkan 100 gr ketumbar yg sudah dihaluskan, jahe yg sudah digeprek dan dicacah kasar, serta susu full cream. Aduk aduk sampai merata, sisihkan.

3.     Iris iris bawang merah dan cincang kasar tomat dg dbuang bijinya, tumis dg mentega. Setelah bawang merah agak kecoklatan dan tomat agak layu, masukkan daun temurui, batang sereh, lengkuas, kapulaga, bunga lawang/pekak dan cengkeh. Aduk aduk sampai harum.

4.     Setelah semua agak layu, masukkan beras yg sudah dcampurkan tadi. Aduk aduk sampai susu mengering & beras agak lengket. Matikan api, masukkan garam, lalu aduk aduk.

5.     Masukkan kedalam dandang kukusan yg sudah dipanaskan. Kukus beras kurg lebih 45 menit. Selama dikukus, jgn lupa diaduk2 dan dirasa. Jika kurang gurih, tambahkan garam. Matikan api, sajikan

By: Sitti Hasnidar

 

ADEE UBI ACEH


Bahan-Bahan

 Ukuran 1 talam

  1. 1 kg singkong
  2. 2 butir telur
  3. 65 gr mentega
  4. 350 ml santan kental
  5. 300 ml air
  6. 300 gr gula pasir(sesuai selera)
  7. 3/4 sdt vanili
  8. Garam secukup nya
  9. 8 siung bawang merah iris tipis dan goreng (untuk taburan)

Cara Membuat

 60 menit

·       Kupas singkong dan parut(saya:haluskan pake chopeer)

·       Kocok lepas telur, lalu tambahkan santan dan vanili bubuk. Aduk hingga rata, sisihkan.

·       Rebus air dan gula pasir hingga mendidih, tambahkan mentega dan masak hingga meleleh.

·       Tuang rebusan air kedalam parutan singkong, aduk rata hingga terlihat sedikit mengental.

·       Setelah adonan agak dingin, tambahkan campuran telur santan dan aduk hingga rata.

·       Tuang dalam loyang kotak dan taburi bawang goreng di atasnya.

·       Panggang dioven dengan suhu 180-200 derajat selama 60 menit (sesuaikan oven masing -masing)

·       Siap dihidangkan dan dinikmati dengan segelas teh

 By: Sitti Hasnidar

 

                                                         ADEE TEPONG ACEH

 

Bahan-bahan

  1. 150 gr tepung terigu
  2. 125 gr gula pasir
  3. 200 ml santan kental
  4. 30 gr margarin
  5. 1/4 sdt vanili
  6. 2 butir telur bebek
  7. Sejumput garam
  8. ▪️Topping :
  9. 5 siung bawang merah

Cara Membuat

·       Iris tipis bawang goreng kemudian goreng setengah matang

·       Kocok telur dan gula sampai gula benar2 larut

·       Setelah larut, masukan tepung dan garam bertahap

·       Kemudian santan dan margarin cair

·       Aduk balik sampai benar2 semua bahan tercampur rata

·       Dan tuang ke loyang yg sudah dioles margarin dan beri taburan topping bawang goreng

·       Oven sebelumnya sudah dipanasin 10 menit. Oven kue selama 45menit di api atas bawah dgn suhu 160° dan jgn lupa tes tusuk

 By: Sitti Hasnidar