Keindahan Air
Terjun Suhom Aceh Besar
Sittin Hasnidar
Perjalanan pertama akan membuatmu
memilih antara jera atau ingin mencoba menikmati lagi, sialnya wisata air
terjun selalu menjadi hal menyenangkan tersendiri bagi saya untuk terus
menikmati pesona alam sembari bermain air jernih lagi menyegarkan.
Panorama Air terjun Kuta Malaka
dan Moen Ceunong di Aceh Besar memang menyajikan pesona nyata bagi penjelajah,
namun kurang lengkap rasanya jika belum menikmati eksotisnya Air Terjun Kreung
Kala atau lebih familiar dengan sebutan Air Terjun Suhom.
Pesona air terjun Suhom berada di
Desa Krueng Kala kecamatan Lhoong kabupaten Aceh Besar, sering menjadi
alternatif yang dipilih keluarga karena perpaduan telaga biru dengan hijaunya
pohon rimbun dipadu dengan segarnya udara dan riyuhnya gemercik air yang
terdengar lembut ditelinga.
Walau berada di tengah-tengah
hutan lhoong, tapi tetap saja disana terdapat banyak perumahan warga dan
sekolah sehingga tidak tampak sepunuhnya hutan belantara. Disana pula banyak anak-anak
warga yang ikut bermain.
"Wisata ini sangat cocok
dikunjungi oleh keluarga yang ingin menghabiskan waktu pekan karena rute
perjalanan yang mudah dijangkau dan fasilitas yang telah disediakan oleh
masyarakat sehingga siapapun bisa kesini tanpa mikir dua kali," ujar Arsyifa
salahsatu pengunjung dari Aceh Barat Daya.

Untuk menuju lokasi
Beranjak dari Banda Aceh menuju
lokasi anda membutuhkan waktu sekitar setengah jam saja atau sekitar 75
kilometer dengan perjalanan mulus dan tidak menantang sama sekali.
Seperti perjalanan lintas kota
umumnya, kami tentu harus berhadapan dengan banyak kendaraan yang melahap habis
jalanan namun perjalanan selanjutnya akan membawa anda ke suasana pegunugan
yang terlihat sedikit ekstrim bagi pemula karena akan melewati gunung Paro dan
Kulu.
Tikungan tajam, turunan curam,
jurang serta tebing tinggi akan menemani perjalanan anda melintasi kedua gunung
tersebut sehingga dibutuhkan kehati-hatian bagi siapa saja yang ingin kesana.
Terdengar ekstrim, tapi megahnya
pesona laut biru dari atas bukit mampu menghipnotis siapa saja. Rindangnya
pepohonan tak tinggal pula puluhan monyet akan terlihat dipinggir jalan.
Setelah turun dari gunung, untuk
mencapai ke lokasi air terjun sekitar 30 menit lagi, lelah diperjalanan pun
akan terbayar ketika sampai ke kawasan tersebut.
Wisatawan akan disambut dengan
air segar penggunungan yang berjatuhan dari ketinggian sekitar 100 meter,
banyaknya pepohonan membuat lokasi tampak teduh.
Air terjun suhom meiliki tiga
tingkat, tingkatan pertama sekitar dua meter tingkatan kedua sekitar enam meter
dan tingkatan ketiga berkisar 12 meter.
Pengunjung tidak bisa naik ke
tingkatan kedua dan ketiga dikarenakan adanya pembangkit listrik tenaga mikro
hidro yang mampu menghasilkan listrik sekitar 22 kilowat perjamnya.
“Anak-anak kami maupun pengunjung
akan kami larang jika ada yang mencoba naik keatas karena khawatir akan
tersengat listrik,” ujar Aminah (44) warga Lhoong penyewa fasilitas tikar
dilokasi Air terjun Suhom.
Pengunjung hanya akan menikmati sejuknya
air pada tingkatan pertama ditelaga sebesar enam meter dan kedalaman kurang
lebih empat meter sehingga bisa dipakai untuk berenang.
Untuk memanjakan tubuh, anda bisa
saja mendekat ke sumber air terjun dengan menikmati kucuran air yang menabrak
tubuh.
Sehingga hal itu bisa dijadikan
sebagai alternatif pijat refleksi alami dari alam. Pengunjung juga bisa
berendam tenang dengan cara menempelkan badan diatas bebatuan yang tidak licin.
Sejuknya air dan indahnya
pemandangan serta sesekali terdengar pula siulan burung akan menghipnotis siapa
saja yang ingin berlama-lama berada disana.
Jadi wajar saja banyak keluarga
yang menjadikan tempat ini sebagai pilihan wisata akhir pekan.
Fasilitas pendukung
Wisata Air Terjun Suhom kian hari
semakin terkenal karena banyaknya muda mudi yang mengabadikan moment indah ini
di media sosial.
Bisa dibilang wisata air terjun
masuk kedalam kategori surganya pecinta foto alam, oleh karenanya semakin hari
banyak pengunjung yang berdatangan.
Side effect dari adanya air
terjun Suhom setidaknya membuat warga mendapatkan lapangan pekerjaan dengan
menyediakan faslitas seperti penyediaan tikar dengan harga sewa sepuluh ribu
rupiah pertikar.
Setidaknya ada tiga kantin kecil
disana untuk memudahkan pengunjung jika tidak membawa persediaan makanan.
Fasilitas lainnya seperti
mushalla, tempat ganti pakaian khusus serta toilet juga tersedia di kawasan Air
Terjun Suhom, anda cukup menyiapkan dua ribu rupiah saja untuk menggunakan
setiap fasilitas disana sebagai biaya keamanan.
Berwisata ke air terjun Suhom
akan terasa lengkap jika kita berkunjung ketika musim durian tiba karena durian
Lhoong memang terkenal dengan kelezatannya.
Bukit Lamreh:
Pemandangan Lautan Hindia yang Memukau

DI tengah popularitas destinasi
wisata yang terus berkembang di Aceh, Bukit Lamreh di Desa Lamreh, Kecamatan
Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, muncul sebagai salah satu pilihan utama bagi
para pencinta alam. Dengan lanskap tebing karst yang memukau dan pemandangan
laut lepas Samudra Hindia, bukit ini mengingatkan pengunjung akan kemegahan
Nusa Penida di Bali. Tak heran, banyak yang menjuluki Bukit Lamreh sebagai
“Nusa Penida-nya Aceh.”
Bukit Lamreh berada di puncak
Ujung Kelindu, spot tertinggi di daerah tersebut yang memungkinkan pengunjung
menikmati panorama luas laut dan hamparan tebing yang dramatis. Dari titik ini,
Pulau Weh di kejauhan tampak samar-samar di balik cakrawala, menciptakan
lanskap yang spektakuler. Suasana tenang dengan angin laut yang menyapu bukit,
serta suara deburan ombak yang menghantam dinding tebing, menjadi latar yang
menenangkan sekaligus mengagumkan.
Keindahan Bukit Lamreh ini sudah
banyak dikenal oleh para generasi muda di Aceh. Menjadi tempat favorit untuk
menikmati sunrise dan sunset, bukit ini juga ramai dikunjungi pada hari libur
dan akhir pekan. Dari tempat inilah, pengunjung dapat menikmati perpaduan warna
biru toska dan biru tua laut yang menghias cakrawala, menciptakan pemandangan
yang sungguh menakjubkan, seolah-olah kita sedang berada di puncak dunia.
Ketenaran Bukit Lamreh meroket
berkat media sosial, terutama TikTok. Banyak konten kreator dan influencer yang
membagikan keindahan bukit ini hingga menjadi viral. Rausa Islamyi Silaban,
seorang wisatawan asal Sumatera Utara, mengaku tertarik mengunjungi Bukit Lamreh
setelah melihat keindahannya di TikTok.
“Awalnya tahu dari TikTok, terus
di kolom komentar banyak yang bilang ini versi Nusa Penidanya Aceh. Pas sampai
ke sini, ternyata memang iya, tapi Aceh punya versi keindahan tersendiri,”
ungkapnya, Minggu (8/9/2024)
Wulan, seorang wisatawan asal
Langsa, juga menyebutkan bahwa ia sering melihat Bukit Lamreh muncul di laman
FYP (For Your Page) TikTok, membuatnya semakin penasaran.
“Kalau buka TikTok sering kali
muncul di beranda. Jadi saya sering like dan simpan postingan, makin sering
muncul terus. Kebetulan kami ke Banda Aceh, jadi mampir ke sini, bagus pokoknya
recommended,” ujar Wulan.
Kekuatan media sosial menjadikan
Bukit Lamreh semakin dikenal oleh wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia,
bahkan wisatawan asing yang penasaran ingin menikmati pemandangan unik ini.

Bukit Lamreh tidak hanya
menawarkan pemandangan menawan, tetapi juga berbagai kegiatan seru yang membuat
pengalaman wisata semakin berkesan. Bagi para pecinta petualangan, bukit ini
menyediakan jalur trekking dan hiking yang menantang. Dengan melewati jalur-jalur
alami, pengunjung dapat menyusuri keindahan bukit sambil menikmati udara segar
dan sensasi mendaki yang menyenangkan. Medan yang sedikit menanjak mungkin
menguji stamina, namun sebanding dengan suguhan panorama indah di setiap
pemberhentian.
Tak hanya itu, Bukit Lamreh juga
menjadi tempat ideal untuk berkemah. Menghabiskan malam di sini adalah
pengalaman yang tak terlupakan, terutama saat malam hari ketika langit jernih
dan dipenuhi bintang. Suasana hening, hanya diiringi suara alam membuat momen
berkemah semakin magis. Berkemah di Bukit Lamreh memungkinkan pengunjung
menikmati keindahan alam selama 24 jam penuh, mulai dari melihat sunrise di
pagi hari hingga menikmati sunset dan malam penuh bintang.
Salah satu daya tarik Bukit
Lamreh adalah pemandangan unik yang memadukan keindahan gunung dan laut.
Terbentuk dari batuan karst, bukit ini memiliki tebing-tebing yang menjulang
tinggi dan langsung berbatasan dengan laut dalam. Cekungan pantai berpasir putih
yang terletak di bagian bawah bukit memberikan sentuhan eksotis, memikat siapa
saja yang memandangnya. Pantai Lhok Mee, yang berada tak jauh dari Bukit
Lamreh, turut melengkapi keindahan kawasan ini. Wisatawan dapat menikmati pemandangan
tebing dan laut sekaligus, menciptakan kesan yang berbeda dari kebanyakan
destinasi wisata lainnya.
Di sisi kanan Bukit Lamreh,
tebing ini langsung bersentuhan dengan ombak laut. Pada hari libur, banyak anak
muda yang memadati ujung bukit untuk berswafoto dengan latar belakang laut
biru, Samudra Hindia yang luas, serta dinding bukit yang berhadapan langsung
dengan ombak. Pemandangan ini menawarkan pengalaman visual yang seakan tak
pernah bosan untuk dinikmati, terutama bagi para pecinta fotografi dan alam.
Selain keindahan alamnya, Bukit
Lamreh juga menyimpan kearifan lokal dan menjadi bagian dari kehidupan
masyarakat sekitar. Warga desa Lamreh menyambut wisatawan dengan ramah, bahkan
pada hari libur, banyak pedagang makanan yang menjual aneka makanan dan minuman
di atas bukit. Pengunjung dapat menikmati kuliner lokal sembari bersantai dan
menikmati angin laut yang segar. Kehadiran para pedagang ini memberikan
kenyamanan tambahan bagi wisatawan yang datang dari jauh dan membutuhkan
makanan atau minuman setelah menempuh perjalanan.
Pemerintah Aceh Besar juga terus
mendorong promosi wisata Bukit Lamreh agar semakin dikenal luas. Langkah ini
diambil untuk mendukung ekonomi lokal dan memperkenalkan keindahan alam Aceh
kepada dunia. Dengan adanya dukungan dari pemerintah, diharapkan Bukit Lamreh
dapat berkembang sebagai destinasi wisata andalan yang memperkenalkan pesona
Aceh kepada wisatawan lokal maupun mancanegara.
Jika Anda berencana mengunjungi
Bukit Lamreh, ada beberapa tips yang bisa membuat perjalanan lebih
menyenangkan. Pertama, pastikan datang saat cuaca cerah, terutama jika ingin
menikmati sunrise atau sunset yang memukau. Jangan lupa membawa bekal dan air
minum, serta perlengkapan pendakian jika ingin mencoba hiking di bukit ini.
Karena angin laut yang kencang, disarankan membawa jaket atau pakaian hangat
agar tetap nyaman.
Bukit Lamreh juga memiliki akses
yang cukup terjangkau bagi wisatawan, tetapi lebih disarankan menggunakan
kendaraan pribadi atau menyewa kendaraan agar lebih fleksibel. Selama di sana,
tetaplah menjaga kebersihan dan hormati lingkungan sekitar, sehingga keindahan
Bukit Lamreh dapat dinikmati generasi berikutnya.

Keindahan Bukit Lamreh mungkin
masih menjadi “rahasia tersembunyi” bagi sebagian orang, namun bagi mereka yang
sudah datang, tempat ini adalah destinasi yang tak terlupakan. Lanskap alam
yang memukau, kombinasi tebing dan laut, suasana yang damai, serta berbagai
aktivitas yang bisa dilakukan membuat Bukit Lamreh layak menjadi tujuan wisata
utama di Aceh. Apalagi dengan popularitasnya di media sosial, Bukit Lamreh
terus menarik hati para generasi muda untuk datang dan menikmati keindahan alam
yang dimilikinya.
Dengan segala pesona yang
ditawarkannya, Bukit Lamreh menjadi bukti bahwa Aceh memiliki tempat-tempat
wisata yang tak kalah dengan destinasi populer lainnya di Indonesia. Bagi siapa
saja yang mencari ketenangan, petualangan, atau sekadar ingin menikmati panorama
alam yang indah, Bukit Lamreh adalah jawaban yang tepat. Satu hal yang pasti, setiap
perjalanan ke Bukit Lamreh selalu menyisakan kenangan yang ingin diulang
kembali.